Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Meraih Prestasi Berkat Pengharum Ruangan Dari Kotoran Sapi

Monday, March 11th, 2013
Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) atau lebih dikenal dengan lomba karya ilmiah remaja, adalah event resmi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Solidaritas Sosial untuk Negara-negara Pasifik (PASIAD), yang didukung oleh Dinas Pendidikan dan beberapa universitas terkenal di Indonesia.

ISPO dilandasi oleh satu pemikiran bahwa dalam dunia global, persaingan antara negara masih terus berlangsung dalam berbagai dimensi. Salah satunya adalah masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penyelenggaraan ISPO diharapkan dapat mendorong para remaja khususnya siswa SMP dan SMA, agar lebih kreatif, mencintai ilmu pengetahuan, membudayakan cara berfikir ilmiah, serta melakukan penelitian dan pengembangan agar dapat menghasilkan produk secara ilmiah.

Pemenang dari ISPO akan menjadi wakil Indonesia di ajang International Environment Project Olympiad (INEPO), yaitu lomba karya ilmiah remaja (KIR) tingkat dunia, khusus dalam bidang ilmu lingkungan atau ekologi, yang diikuti oleh peserta dari 50 negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, italia, dan lain-lain.

Persyaratan yang ditetapkan oleh INEPO sangat berat, yaitu penelitian harus dilakukan dengan menggunakan bahan dasar yang mudah ditemukan di semua Negara dan bukan sesuatu yang langka atau musiman seperti beberapa jenis buah-buahan.

Ada yang menarik pada gelaran ISPO 2013 yang diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 26-28 Februari yang lalu dan diikuti hampir 1.000 orang peserta.

Merujuk pada persyaratan INEPO, dua siswi Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Babat, Lamongan, yaitu Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, memilih proyek penelitian berjudul : “Limbah Peternakan Sapi (LPS)-Air Freshener”, Rekayasa Alternatif Pengharum Ruangan Ramah Lingkungan.

Secara nalar kedua hal tersebut memang sangat bertentangan. Pengharum ruangan identik dengan aroma segar dan wangi, sedangkan limbah peternakan sapi tentunya dengan bau yang tidak enak.

Bahan yang digunakan memang limbah peternakan sapi berupa kotoran padat. Bahan ini dipilih karena wilayah Lamongan merupakan salah satu sentra produksi sapi di Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2012, di Lamongan terdapat 116.963 ekor sapi, dimana kotoran yang dihasilkan belum semuanya dapat dimanfaatkan.

Proses pembuatannya tidak terlalu rumit, namun membutuhkan waktu cukup lama yaitu sekitar 7 hari. Ada 2 jenis proses yang dilakukan yaitu ekstraksi dan fermentasi. Hasilnya adalah pengharum ruangan yang memiliki aroma tumbuhan yang menjadi makanan utama sapi. Aroma tersebut murni berasal dari bahan alami dan tidak mengandung berbagai bahan kimia berbahaya seperti benzo acetan layaknya produk pengharum di pasaran.

Biaya produksinya juga cukup murah, sehingga harga jual produknya juga ekonomis. Untuk kemasan 225 mililiter, harganya hanya Rp.21.000. Bandingkan dengan dua produk pengharum merek terkenal di pasaran yang dijual Rp 39.900 untuk kemasan 275 gr.

Dengan semua kelebihan tersebut, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti akhirnya berhasil meraih medali emas pada ISPO 2013, dan membawa keduanya menjadi wakil Indonesia di ajang International Environment Project Olympiade (INEPO) 2013 di Istanbul, Turki, 17-20 Mei mendatang. Hasil penelitiannya juga akan dipatenkan di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), karena belum ada paten yang dikeluarkan untuk produk sejenis.

Sumber : tribunnews.com

Pembuatan Ransum Anjing

Thursday, October 22nd, 2009

Bahan-bahan yang digunakan dalam penyusunan ransun Anjing :

1. Nasi 200 gr

2. Susu skim 40 gr

3. Buncis 20gr

4.Wortel 20gr

5.Telur 1 butir

6. Daging giling 50gr

7. Garam 7 gr

8.CaCO3 1 gr

Analisis nutrisi dan kalori:

1) Nasi (dalam 205 gram) mengandung 72,6 % air. Kadar protein 4,1gr, lemak 0,2gr, karbohidrat 49,6gr, kalsium 21mg, phospor 57mg, Fe 1,8mg, Na 767mg, K 57mg, vitamin A 0 IU, thiamin 0,23mg, riboflavin 0,02mg, niacin 2,1mg, asam askorbat 0mg.

· Pada nasi terkandung kalori sebesar 360 kalori/100gram, berarti dalam 200 gram nasi terkandung kalori sebesar 360×2 = 720 kalori/200gr.

2) Skim Milk

Susu skim ini berfungsi sebagai penambah energi agar pertumbuhan dapat terpenuhi.

Analisis nutrisi:

· Karbohidrat 5gr/100ml

· Protein 4gr/100ml

· Lemak 4gr/100ml

· Abu 0,7gr/100ml

· Mineral : Ca 120gr/100ml, Mg 20mg/100ml, Na 50mg/100ml,

K 140mg/100ml, Cl 110mg/100ml

Analisis kalori:

Dalam 100 gr skim milk terkandung kalori sebesar 36 kalori. Berarti dalam 1 gr skim milk terkandung 0,36 kalori. Sehingga jumlah kalori pada 40g skim milk adalah 0,36 x 40 = 14,4 kalori

3) Telur

Analisis nutrisi:

· Pada telur yang lengkap dengan kulitnya terkandung niasin 0,6%mg/100kkal, P 183mg/100gr, Ca 48mg/100gr, Mg 11mg/100gr, Oksalat 0-0,9mg/100gr, Na 122mg/100gr, K 129mg/100gr, Zn 21mikrogr/gr, Mg 0,5mikrogr/gr, Co 0,1mikrogr/gr.Telur mentah sendiri mengandung 1,1mikrogr/gr B6 dan thiamin 1,1 mikrogr/gr.

· Mengandung 12,8(g/100gr) protein, 11,5 (gr/100gr) lemak, 0,7(gr/100gr) karbohidrat, dan energi sebesar 162kalori/100gr.

· Dalam putih telur/albumin terkandung 10,8 (gr/100gr)protein, 0 (gr/100gr) lemak, 0,8 (gr/100gr) karbohidrat, dan energi 20kalori/100gr.

· Dalam kuning telur terkandung 16,3(gr/100gr)protein, 31,9(gr/100gr) lemak, 0,7 (gr/100gr) karbohidrat, dan energi 162kalori/100gr.

Analisis kalori:

Bila nilai kalori dalam 100gr telur adalah 162 kalori, maka dalam 1gram telur mengandung kalori sebesar 1,62 kalori. Bila 1 butir telur rat-rat memiliki berat 60 gram, kalori telur tersebut adalh 1,62 x 60 garm = 97,2 kalori

4) Daging giling

Daging mengandung protein, lemak, dan kolesterol yang diperlukan untuk perumbuhan optimal

Analisis nutrisi:

· Bahan kering 94%

· Serat kasar 3%

· Abu 29%

· Mineral: Ca 9,9%, P 4,74%, K 0,6%, S 0,5%, Zn 5,5ppm

· TDN 71Mkal/kg

· Mem 1,53

· DE 3,8

· Neg 1,23

Analaisis kalori :

Energi yang tersimpan dalam 100gram daging giling adalah 207 kalori/100gram. Maka tiap gram daging gilingmengandung 2,07 kalori. Dalam 50 gram daging giling terdapat kalori sebesar 2,07 x 50 = 103,5 kalori

5) Buncis

Analisis nutrisi:

· Bahan kering 85,7%

· Protein kasar 25,4%

· Oil 1,5%

· Serat kasar 7,1%

· Abu 3,2%

· Klorine 0,03%

· Potash 1,28% (Ashton, WM,1950 hal 197)

Analisis kalori:

Dalam buncis terkandung kalori sebesar 44 kalori/100gr

Setiap gram buncis mengandung kalori sebesar 0,44 kalori

Maka kalori dalam 20 gr buncis adalah 0,44 x 20 = 8,8 kalori

6) CaCO3

· Dapat diperoleh dari tanaman maupun hewan

· Mengandung: 99% bahan kering, 0% protein kasar,0% lemak, 0,14%P, 99% abu, 0,09%S.

· Bahan lain yang dapat dipergunakan sebagi sumber kalsium adalah: kulit kerang, pospat, kapur, dll.

· Berfungsi sebagai pembentukan dan pertumbuhan tulang, gigi, membantu meningkatkan produksi susu, transmisi impuls syaraf, rangsangan otot, pembekuan darah.

7) NaCl (garam)

· Dalam 100gram NaCl, terkandung Cl 60,66gram dan Na sebesar 39,34gram.

· Garam , merupakan mineral yang penting bagi tubuh. Garam berfungsi sebagai peningkat nafsu makan, pengontrol metabolisme air, meningkatkan palatabilitas hewan, pengatur tekanan osmotik, mengatur keseimbangan asam basa, pengontrol metabolisme air dalam jaringan, menambah kesehatan ternak.

8) Wortel

Analisis nutrisi:

· Segar masak (155gr)

· Bahan kering 12%

· protein kasar 10% 1,4

· lemak 1,4% 0,3

· serat kasar 10%

· abu 9%

· karbohidrat 7gr/80gr 11

· Mineral : Ca 0,4%, P 0,345%, K 2,7%, S 0,4% , vitamin C 5-7gr/100gr, Thiamin 0,5-1gr/100gr, riboflavin 1,5-0,9gr/100gr, vitamin A 3000-12000IU/100gr, Total karoten sebesar 110 mikrogr/porsi makanan.

Analisi kalori :

Energi = 42 kalori/100gr

Dalam 1gr wortel terkandung energi 0,42 kalori

Dalam 20 gr wortel didapatkan energi sebesar 0,42 x 20 = 8,4 kalori

Ø Jadi, dalam susunan ransum untuk anjing tersebut di atas, terkandung energi sebesar:

Bahan pakan jumlah energi (kalori)

· Nasi 720

· Wortel 8,4

· Buncis 8,8

· Daging giling 103,5

· Skim milk 14,4

· Telur 97,2

total ransum 952,3 kalori

Cara menyusun :

1. Mengupas 200 gram buncis dan 200 gram wortel lalu dicuci sampai bersih. Dilanjutkan dengan memotong wortel dan buncis tersebut dalam bentuk kecil-kecil.

1. Lalu potongan buncis dan wortel dicampur dengan daging dan di tambah air secukupnya.

2. Selanjutnya di panaskan diatas kompor hingga matang sambil diaduk-aduk dan ditambah telur.

3. Lalu ditambah dengan garam secukupnya sambil diaduk-aduk hingga merata.

4. Susu skim 40 gram ditambah air 100 ml dicampur dengan nasi. Aduk hingga merata.

5. Sesudah itu campurkan adonan susu dan nasi yang telah dibuat tadi dengan wortel, buncis dan daging yang dipanaskan tadi, kedalam tempat/wadah yang bersih, lalu dimasukkan kedalam mangkok mixer dan selanjutnya diaduk dengan menggunakan mixer.

6. Ransum sudah jadi dan masing- masing individu mencicipi ransum, pada saat dicicipi ternyata ransumnya terasa hambar karena kurang garam.

BELAJAR ADALAH KUNCI KESUKSESAN

Monday, September 29th, 2008

Kunci kesuksesan yang kita gapai adalah diawali dari belajar.. belajar dari hal yang kecil sekalipun memberikan suatu pengetahuan yang lebih untuk kita, maka dari itu belajarlah selagi masih bisa……