Archive for May, 2010

Hasil Praktikum Kewirausahaan

Monday, May 31st, 2010

Lokasi : Peternakan Bpk. Subali, Sanggrahan Caturharjo, Sleman Yogyakarta.

Tanggal : 20 Mei 2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kambing termasuk salah satu jenis ternak yang akrab dengan system usaha tani di pedesaan. Hampir setiap rumahtangga memelihara kambing. Sebagian dari mereka memang menjadikannya sebagai sumber penghasilan keluarga. Saat ini pemeliharaan kambing bukan hanya di pedesaan saja, tetapi sudah menyebar ke berbagai tempat. Semakin banyaknya peternakan kambing yang muncul di sebabkan oleh permintaan daging dan susu kambing yang terus mengalami peningkatan. Ternak kambing dengan sifat alaminya sangat cocok di budidayakan di daerah pedesaan yang sebagian besar penduduknya adalah petani berpenghasilan rendah. Sebab ternak kambing sendiri memiliki sifat dapat beranak kembar dan fasilitas serta pengelolaannya lebih sederhana di bandingkan dengan ternak ruminansia besar.

Ditinjau dari aspek pengembangannya, ternak kambing sangat potensial bila di usahakan secara komersial, antara lain : umur kedewasaan dan umur kebuntingan ternak kambing lebih pendek bila di bandingkan dengan ternak sapi atau kerbau sebagai ternak ruminansia besar. Keadaan yang demikian member pengaruh positif bagi petani-peternak pedesaan dalam memanfaatkan waktu luang, sebab usaha ternak kambing hanya memerlukan fasilitas dan pengelolaan sederhana.

Disamping daging, ternak kambing masih dapat memberikan hasil sampingan berupa susu dan pupuk kandang. Khusus bagi petani-peternak yang berdomisili di pedesaan, usaha ternak kambing berfungsi sebagai tabungan yang dapat di manfaatkan setiap saat.Beternak kambing memang tidak selalu memerlukan uang kontan yang besar jumlahnya. Petani-peternak sekala kecil masih mampu membiayai pemeliharaan ternak kambing. Di daerah pedesaan, ternak kambing biasanya dipelihara secara tradisional dengan sisitem pemeliharaan :

· Ternak kambing di kandangkan terus-menerus;

· Ternak kambing di kandangkan, juga di gembalakan pada jam-jam tertentu;

· Ternak kambing di lepas di padang pengembalaan sepanjang hari.

Cara pemeliharaan kambing yang banyak dilakukan petani-peternak di pedesaan umumnya adalah di kandangkan dan juga di gembalakan. Pengembalaan biasanya dilakukan secara berpindah-pindah. Kambing yang di pelihara dengan cara di kandangkan, dan pada waktu tertentu di gembalakan atau di gembalakan terus menerus sepanjang hari, hasilnya lebih baik. Sebab dengan system pengelolaan demikian, ternak kambing memperoleh factor pendukung yang lebih kuat. Di tinjau dari aspek tingkah lakunya, ternak kambing merupakan hewan gembalaan. Realitas ini di sebabkan oleh sifat ternak kambing yang merasa lebih senang dan cocok bila hidup secara bebas dan setengah liar. Lebih jauh lagi gairah untuk kawin serta aktivitas kehidupan lainnya akan lebih menonjol.

Dari aspek tersedianya hijauan pakan ternak, kambing yang di lepas di padang pengembalaan akan bebas dan dapat memilih hijauan pakan sesuai dengan yang di senanginya. Berbeda halnya dengan yang di kandangkan, sebab hijauan pakan serba terbatas dan tergantung dari pengelolanya. Kambing yang di pelihara dengan cara di gembalakan menyebabkan kambing selalu berpindah-pindah tempat sehingga mengurangi kemungkinan terinfeksi larva cacing. Kandang yang bersih, suasanan yang tenang dan nyaman bagi ternak dapat menunjang peningkatan atau pertumbuhan produksi, baik itu produksi Daging, Susu dan kualitas kambing yang dihasilkan menjadi lebih meningkat.

B. Tujuan Praktikum

Pembuatan laporan ini bertujuan untuk :

a. Memenuhi tugas praktikum mata kuliah Manajemen dan Kewirausahaan.

b. Mengetahui manajemen keuangan yang baik bagi suatu peternakan.

c. Mengatahui cara-cara penghitungan dalam suatu laporan keuangan.

d. Mengetahui proses atau cara beternak Kambing PE yang baik sehingga dapat menghasilkan kualitas Susu yang baik.

e. Memotivasi praktikan dalam berwirausaha khususnya dalam bidang peternakan.

f. Mencari pengalaman atau wawasan dalam beriteraksi serta berkomunikasi dengan Petani-peternak.

g. Memacu para praktikan dalam mengembangkan ide-ide yang lebih kreatif lagi dalam berwirausaha serta dapat melatih praktikan dalam memecahkan permasalahan yang timbul dalam petani-peternak.

C. Manfaat Praktikum

· Agar dapat memberikan informasi tentang berbagai hal dalam dunia wirausaha khususnya di bidang peternakan Kambing PE.

· Melatih kerjasama dan kedisiplinan dalam bekerja.

· Dapat mengetahui managemen dan pemeliharaan kambing yang baik.

· Memperoleh pengetahuan yang luas tentang wirausaha.

· Dapat memberikan semangat dan gambaran baik bagi diri saya (parktikan) maupun orang lain dalam mengembangkan wirausaha yang mandiri kedepannya nanti.

· Dapat mengetahui bahwa sangat luas sekali bidang-bidang wirausaha yang dapat kita pilih.

· Dapat memberikan gambaran tentang bidang usaha yang akan di tempuh setelah selesai kuliah.

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Praktikum kewirausahaan kita lakukan dengan wawancara untuk mendapatka data dari peternak. Kemudian data itu kita cocokkan dengan teori yang kami pelajari dalam kuliah.

Data yang kita dapat adalah dari peternakan kambing PE, didaerah Sanggrahan Caturharjo, Sleman Yogyakarta.

A. Waktu Dan Lokasi

Waktu pelaksanaan praktikum yaitu pada pukul 14.00. sebelum keberangkatan ke rumah pak Subari yaitu bapak peternak kambing PE. pukul 13.00 kita berkumpul terlebih dahulu di depan kampus FKH, setelah menunggu teman-teman yang lain datang kita semua melanjutkan perjalanan ke lokasi rumah pak Subari pukul 13.45 kita sampai di lokasi yang di tujuh untuk pelaksanaan praktikum kewirausahaan. Sambil menunggu pak Subari keluar kami menggunakan sisa waktu untuk meliha–lihat kandang ternak kambing PE tersebut. Tepetnya pukul 14.00 pak Subari keluar dan kita memulai praktikum kewirausahaan. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam pembuatan laporan ini, kami menggunakan metode wawancara langsung. Tepatnya pukul 15.45, kami selesai melakukan praktikum, sebelum pulang kami sempatkan waktu untuk berfoto-foto dengan bapak Subali. Pukul 17.00, kita sampai di FKH tempat kita berkumpul awalnya, dan sebelumnya kita terjebak hujan di perjalanan. Dan akhirnya sampai di Kampus FKH pukul 17.00.

B. Persiapan

Persiapan awal yaitu, selesai matakuliah kewirausahaan, kami sekelompok berkumpul dan merencanakan waktu pelaksanaan praktikan,yaitu dengan mencocokkan jadwal masing-masing.yang pertama kita tentukan yaitu jadwal pelaksanaan surve tempat tersebut.dan hasilnya pelaksanaan surve tempat dilakukan pada hari kamis pukul 13.00, yang awalnya hari rabu kemudian di mundurkan pada hari kamis, dikarenakan pada hari rabu waktunya tidak memungkinkan untuk melakukan surve tempat.kemudian menentukan waktu surve tempat, kami menentukan hari dan jam pelaksanaan praktium,dan hasilnya pelaksanaan praktium kewirausahaan pada hari jum’at pukul 14.00. setelah menentukan hari pelaksanaan praktikum, kami pun melanjutkan dengan penyusunan rencana materi yang akan ditanyakan pada saat paraktikum.

C. Penyusunana rencana materi praktikum

Penyusunana rencana materi yang akan di wawancarai yaitu:

1. Ide memulai usaha berternak kambig PE?

2. Berpa banyak modal yang dihabiskan untuk pembangunan klandang?

3. Luas lahan untuk pembangunan kandang?

4. Kapan bapak memulai usaha berternak kambing PE?

5. Sejarah memulai berternak kambing PE?

6. Modal awal diperoleh dari?

7. Kendala dalam berternak kambing PE?

8. Berapa jumlah kambing yang di ternakkan?

9. Berapa liter produksi susu per harinya?

10. Pemerahan dilakukan pada jam-jam berapa?

11. Berapa harga susu per liter yang dijual?

12. Apakah ada tambahan ransum untuk menambah produksi susu?

13. Hijauan apakah yang bapak gunakan untuk pakan ternah setiap hari?


BAB III

PROFIL PENGUSAHA ATAU PETERNAK

Nama lengkap : Subali Sodarjo

TTL : Sleman, 12 Maret 1942

Status : Kawin

Istri : Ny.Sumadiati

Anak : Gandung

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Peternak

Alamat : Sanggrahan Catur Harjo, Sleman Yogyakarta.

A. Waktu Mulainya Usaha

Usaha Peternakan Kambing PE ini dimulai pada tahun 2000, yaitu tepatnya sekitar 10 tahun yang lalu. Munculnya Ide untuk beternak kambing untuk di manfaatkan susunya yaitu berawal dari pemanfaatan lahan kosong belakang rumah dan melihat prospek pasar yang baik.

B. Jenis Usaha

Bapak subali menekuni jenis usaha penjualan susu kambing. Dari pemerahan kambing PE yang beliau pelihara. Jumlah kambing PE sampai saat ini mencapai 50 ekor lebih yang awal mulanya hanya 2-4 ekor.

C. Kapasitas dan Skala Usaha

Kambing perah atau lebih di kenal sebagai Kambing PE miliki Bpk. Subali sekarang sudah mencapai 50 ekor lebih yang mana awalnya hanya memelihara 2-4 ekor kambing. Karena keterbatasan Modal sehingga Bpk. Subali membeli kambing untuk usahanya bertahap. Selain memelihara indukan, Bpk. Subali juga mengembang biakkan sendiri, sehingga anakan kambing (Cempe) nya dapat tumbuh dewasa dengan baik dan dapat di produksi susunya. Usaha susu kambing Bpk. Subali ini sudah bersekala pasar, sampai-sampai keluar daerah.

D. Pengembangan Usaha dan Mitra Usaha

Usaha produksi Susu kambing PE milik Bpk. Subali sampai saat ini sudah berkembang pesat bahkan sudah keluar daerah, Dulu Bpk. Subali hanya menyetorkan susu hasil pemerahan kambing PE nya hanya sebatas Pasar, tetapi sekarang sudah banyak orang yang mengetahuainya, hal tersebut terjadi karena penyebaran informasi dari mulut kemulut, dan ternyata penyebaran informasi dari mulut ke mulut tersebut sangat efektif tanpa mengeluarkan modal untuk mempromosikannya.

BAB IV

TINJAUAN PUSTAKA

Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan kambing Etawah (kambing jenis unggul dari India) dengan kambing Kacang (kambing asli Indonesia). Kambing PE dapat beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia, mudah dipelihara dan merupakan ternak jenis unggul penghasil daging juga susu. Produksi daging kambing PE lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang. Bobot badan Kambing PE jantan dewasa antara 65 – 90 kg dan yang betina antara 45 – 70 kg. Produksi susu bisa mencapai 1 – 3 liter/hari. Kambing PE juga sangat prospektif untuk usaha pembibitan. Harga anak kambing PE bisa 3 – 5 kali lipat harga anak kambing lokal. Kambing PE beranak pertama kali pada umur 16 – 18 bulan dan dalam waktu 2 tahun bisa beranak 3 kali jika diusahakan secara intensif dengan hasil anak kembar 2 – 3 ekor/induk.

v Ciri – Ciri Kambing PE

Postur tubuh tinggi, untuk ternak jantan dewasa gumba/pundak 90 – 110 cm dan betina 70 – 90 cm. Kaki panjang dan bagian paha ditumbuhi bulu/rambut panjang, Profil (bagian atas hidung) tampak cembung Telinga panjang (25 – 40 cm) terkulai ke bawah. Warna bulu umumnya putih dengan belang hitams atau coklat. Tetapi ada juga yang polos putih, hitam atau coklat.

Pemilihan Bibit

1. Bibit Kambing PE yang baik :

Sehat, tidak cacat fisik dengan nafsu makan besar dan aktif,

• Bulu bersih dan mengkilat,

• Dada lebar dan dalam, kaki kurus dan kuat,

• Berasal dari keturunan kembar dan induk tidak sedarah.

2. Bibit Kambing PE jantan yang baik :

• Postur tubuh tinggi besar dan gagah,

• Kaki panjang dan tumit tinggi,

• Alat kelamin normal dan nafsu sex besar,

3. Bibit Kambing PE betina yang baik :

• Bersifat keibuan dan pandai mengasuh anak,

• Alat kelamin normal,

• Mempunyai ambing yang simetris, kenyal dan tidak ada bekas luka.

v Perkembangbiakan
Perkawinan dapat menghasilkan kebuntingan bila dilakukan pada saat kambing betina dalam keadaan birahi. Kambing betina birahi pertama pada saat umur 6 – 8 bulan tetapi belum dapat dikawinkan menunggu dewasa tubuh pada umur 10 – 12. Sedangkan kambing jantan sebaiknya dikawinkan setelah umur 12 bulan.

Tanda – tanda birahi pada kambing betina antara lain :

2. Gelisah, nafsu makan berkurang, ekor dikibas – kibaskan serta terus – menerus

mengembik
2. Alat kelamin bengkak, berwarna merah serta

mengeluarkan sedikit lendir bening

3. Masa birahi berlangsung selama 24 – 45 jam dan

akan terulang dengan siklus 18 – 20 hari

Bila kambing betina telah menunjukkan gejala birahi maka sebaiknya segera

dikawinkan. Perkawinan dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Kawin alam

Kawin yang dilakukan dengan memasukkan kambing betina ke kandang pejantan selama 2 hari

2. Kawin suntik / IB

Kawin yang dilaksanakan dengan cara memasukkan sperma beku yang mutu genetiknya terjamin.

v %