Archive for June, 2010

Kandang Kambing Etawa

Thursday, June 10th, 2010

Dalam melakukan kegiatan beternak kambing etawa tentu akan muncul persoalan tempat memeliharanya , yaitu kandang kambing.

Sebenarnya kandang kambing etawa secara umum memiliki fungsi yang serupa dengan rumah atau merupakan tempat untuk tinggal bagi ternak, kita harus memiliki keseriusan dan ketelitian agar kandang tersebut menjadi nyaman bagi kambing yang akan tinggal di dalamnya.

Pada perinsipnya membangun kandang etawa adalah memiliki tujuan agar kambing etawa nyaman dan bisa bereproduksi secara normal.

Dalam membangun kandang kambing etawa hendaknya memiliki fungsi sebagai berikut :

Kandang Kambing Etawa1. Kandang Kambing adalah tempat aktifitas kambing ,seperti makan ,tidur,kencing,minum dan lain sebagainya.

2. Kandang kambing sebagai tempat berlindung dari panas , hujan,dan terpaan angin.

3. Kandang kambing sebagai tempat berlindung dari pemangsa atau hewan penggangu lainya

4. kandang kambing sebagai pencegah liarnya kambing etawa ,atau menghindarkan kandang4kambing untuk memakan dan merusak tanaman lain.

5. Kandang kambing sebagai tempat penjagaan dan pengawasan ternak

Membangun kandang kambing etawa memang agak lain dengan membangun kandang ternak seperti sapi atau kambing domba ,karena ke unikan kambing etawa ini terlahir dari sebuah kebiasaan masyarakat di sekitar ternak itu berasal dari Kec Kaligesing Kab Purworejo.

Tentu melalui proses perkembangan serta uji kelayakan di lapangan yang cukup lama dan panjang yang dilakukan para peternak di desa kami hingga kini melahirkan desain yang di sepakati oleh sebagian besar peternak di lingkungan saya.

Kandang Kambing EtawaKandang Kambing Etawa biasanya di buat berpanggung dengan tujuan air kencing dan kotoran bisa jatuh ke bawah melalui sela lantai panggung ( tataban ) karena kotoran dan air kencing akan menganggu kesehatan ternak jikala bersentuhan langsung dengan kaki kambing.

Lantai bawah panggung biasanya juga merupakan tempat mengumpulkan kotoran kambing yang bisa di gunakan menjadi pupuk, bahkan beberapa teman peternak yang sudah maju biasanya membuat lantai ini dengan di semen dan dibuat kemiringan agar supaya kotoran mudah mengumpul , bahkan ada juga yang di desain untuk mengumpulkan air kencing kambing yang juga sebagai pupuk.

Membangun kandang kambing etawa memang sebaiknya tidak terlalu dekat dengan pemukiman namun jikala terpaksa juga tidak terlalu riskan karena jika kita rajin membersihkan dan dengan sanitasi kandang yang baik tidak menimbulkan bau yang menganggu, kebanyakan peternak di lingkungan saya juga membangun tidak jauh dari rumah, namun jikala anda membangun dengan tujuan untuk memelihara dalam jumlah banyak tentu harus di perhitungkan lebih matang.

Untuk skala pemeliharaan dalam jumlah kecil di bawah sepuluh ekor tentu sangat sederhana dan murah ,karena pada perinsipnya se ekor kambing membutuhkan luas 1,5 m untuk ruang geraknya .

Membangun kandang etawa memang harus di batasi, tentu agar membatasi ruang gerak yang berlebihan ,karena jika berlebihan gerak kambing jenis ini akan lama perkembangannya.

Kenapa kandang etawa harus di sekat….? membuat kandang kambing etawa memang harus di sekat antara kambing satu dengan yang lain kambing ras etawa biasanya beradu jika di kelompokan lebih dari 2 ekor yang tidak se induk.dan kambing ini memang harus di pisah dari pejantan ( trus kapan kawinnya hahaha nanti kita bahas lain postingan )

Membuat kandang kambing etawa haruslah memiliki tempat yang tidak terlalu banyak angin karena kambing jenis ini mudah kembung atau memiliki kelemahan tidak tahan terhadap tiupan angin yang terlalu kencang namun harus memiliki fentilasi yang cukup.

Kandang Kambing EtawaMemperhatikan hal hal tersebut Insya Allah menepis anggapan kalo beternak etawa itu susah, bahkan tidak sedikit orang mengira bahwa kambing jenis ini susah di pelihara di daerah datar ( atau non pegunungan ) sebenarnya hanya karena tidak memahami kemauan dan kebiasaan kambing saja, jika kita memahami dan mempelajari dengan seksama tentu akan mendapatkan solusi dalam beternak kambing ini.

Beternak kambing etawa adalah sebuah Infestasi yang nyata dan tak membutuhkan teori stastistik yang muluk muluk.

Beternak Kambing Etawa adalah sebuah usaha yang nyata ……

Sumber : http://www.kambingetawa.org/kandang-kambing-etawa.html

Mengapa Susu Kambing?

Thursday, June 10th, 2010

Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Makanya, susu yang sedikit manis itu menjadi pilihan bagi yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi (lactose intolerance). Ia rendah laktosa sehingga tidak menimbulkan diare.

Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin. Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan, infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan. Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi.

Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karena mengkonsumsi susu kambing.Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia. Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida. Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi. Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

Selain dikonsumsi, susu kambing baik juga untuk perawatan kulit. Sabun yang terbuat dari campuran susu kambing memiliki tingkat keasaman yang menyamai kulit. Efeknya terasa lembut di kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Beberapa penelitian melaporkan penggunaan sabun ekstrak susu kambing memulihkan kelainan kulit seperti psoriasis dan eksema.

Protein

Karena kandungan proteinnya tinggi, susu kambing sangat baik untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Ia merupakan sumber protein yang murah tetapi bermutu tinggi. Secangkir susu kambing yang setara 244 g mengandung protein 8,7 g. Bandingkan dengan susu sapi yang hanya mengandung protein 8,1 g.Protein yang terdapat pada susu kambing mencakup 22 asam amino termasuk 8 asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, dan fenilalanin. Asam amino esensial di dalam tubuh merupakan senyawa penting pembentuk sejumlah senyawa hormon dan jaringan tubuh. Susu kambing juga sumber mineral kalsium, fosfor, kalium, riboflavin (vitamin B2), dan protein.

Anak yang mengkonsumsi susu kambing memiliki kepadatan tulang yang baik, kadar hemoglobin meningkat, serta kecukupan vitamin A, B1, B2 dan B3 yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan saraf. Asam amino yang mengandung unsur belerang metionin, sistin, dan sistein penting untuk membangun kesehatan otak dan sistem saraf. Sistein dan asam amino lainnya juaga berperan dalam pembentukan sel darah penawar racun (detoksifikasi) bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Susu kambing menyumbangkan 32,6% kalsium dan 27,0% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sementara susu sapi hanya memberikan 29,7% kalsium dan 23,2% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sebagai sumber kalsium, susu kambing bagus untuk pemeliharaan kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses mineralisasi tulang, kalsium dan fosfor membentuk kalsiumfosfat-komponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan kepada tulang.Kalsium melindungi sel usus besar dari risiko kanker akibat zat kimia yang melewatinya, mencegah pengeroposan tulang setelah masa menopause atau radang sendi, mencegah migrain, menurunkan risiko timbulnya gejala sindroma premenstrual haid.

Ia juga berperan pada sejumlah kegiatan fungsional seperti proses pembekuan darah, merangsang saraf, kontraksi otot, pengaturan aktivitas enzim, pemberdayaan fungsi membran sel, dan pengaturan tekanan darah.Terkait dengan aktivitas fungsional itu, sistem tubuh yang kompleks mengatur jumlah kadar kalsium di dalam darah secara seksama. Tujuannya supaya tidak terjadi kekurangan kadar kalsium di dalam darah. Pengambilan kalsium dari dalam tulang akan terjadi bila asupan kalsium kurang akibat gizi yang tidak berimbang.

Riset terhadap 195 perempuan remaja, usia 10-12 tahun, menunjukkan konsumsi keju yang dibuat dari susu kambing menghasilkan total kepadatan tulang dan ketebalan korteks (lapisan luar) tulang lebih tebal daripada kelompok lainnya. Penelitian dilakukan pada 4 kelompok yaitu kelompok yang diberi keju susu kambing, preparat kalsium, preparat mineral kalsium ditambah vitamin D, dan plasebo.

Penelitian itu membuktikan bahwa dampak pemberian kalsium dari susu kambing jauh lebih baik ketimbang pemberian sediaan kalsium buatan (kimiawi). Dalam penelitian lain yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition, susu kambing terbukti mempercepat pembakaran lemak. Dalam penelitian itu, asupan kalsium alami tinggi bersumber dari susu kambing menghasilkan pembakaran lemak 20 kali lebih cepat dibanding yang tidak diberi asupan. Susu kambing juga mengandung riboflavin. Vitamin B2 itu berperan sebagai pembangkit energi berdasar pada reaksi oksidasi yang diperankan oleh flavoprotein-senyawa ikatan protein yang banyak ditemukan di dalam otot jantung dan otot lainnya.

Manfaat lain riboflavin yaitu menurunkan frekuensi serangan migrain. Ia juga berperan menghambat perusakan sel yang terjadi dalam proses produksi energi. Perusakan sel itu dihambat glutation. Untuk menghambat perusakan sel, senyawa protein yang dihasilkan mitokondria itu memerlukan pembaruan (daur ulang). Di dalam proses daur ulang itu, riboflavin berperan sebagai co-faktor dari enzim glutation reduktase sehingga terjadi reduksi dan oksidasi membentuk glutation yang baru.

Mitos

Dilihat dari kandungan gizinya, susu kambing tidak kalah dengan susu sapi. Kurangnya minat untuk mengkonsumsi susu kambing salah satunya lebih disebabkan karena anggapan susu kambing tidak boleh dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Mitos itu tidak benar. Kandungan utama susu kambing yang terdiri dari kalium justru berfungsi menstabilkan tingginya tekanan darah, mengatur fungsi kerja jantung, dan menekan risiko terkena arteriosklerosis.

Pernyataan itu dikuatkan penelitian terhadap lebih dari 40.000 pria Amerika yang mengkonsumsi susu kambing selama 4 tahun. Kesimpulan riset menyatakan kelompok yang mengkonsumsi lebih banyak kalium, ternyata memiliki risiko terserang stroke lebih rendah. Dengan segudang manfaat, susu kambing baik dikonsumsi semua umur. (dr Zen Djaja MD, dokter sekaligus pimpinan Balai Pengobatan Umum Yayasan Tri Dharma, Malang)

Reff: http://fapertaumy.wordpress.com/2007/05/11/segudang-gizi-susu-kambing-2/

Menaksir Usia Kambing

Thursday, June 10th, 2010

Ref: Murtidjo A.B, Kambing sebagai ternak potong dan perah, Penerbit Kanisius, 1993.

Menaksir usia kambing merupakan salah satu pengetahuan yang perlu dikuasai oleh peternak. Pengetahuan itu bisa digunakan untuk melakukan seleksi usia kambing yang akan dibeli dan dipelihara, baik sebagai calon bibit atau bakalan yang akan dibesarkan.

Besar kecil tubuh, bukan ukuran usia kambing. Bisa saja terjadi kambing sudah tua tapi kurus akibat pemeliharaan yang buruk atau terkena penyakit, sehingga dari posturnya terlihat seperti kambing yang masih muda.

Cara yang dapat digunakan untuk memperkirakan usia kambing, yakni dengan mengamati giginya. Metode ini sangat cocok untuk dipraktikan dilapangan oleh peternak. Kambing tidak memiliki gigi seri pada rahang atas. Gigi seri hanya terdapat pada rahang bawah yang berjumlah 8 buah atau 4 pasang. Sedangkan gigi graham pada kambing usia dewasa ada 6 buah tiap setengah rahang atau berjumlah 24 buah gigi seluruhnya.

gigi 1

Anak Kambing biasanya lahir dengan gigi seri susu lengkap atau 8 buah gigi. Pergantian gigi seri susu dengan gigi seri tetap dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk menentukan usia kambing dengan praktis. Setelah semua gigi susu berganti dengan gigi seri tetap, maka usia ditentukan pada perubahan2 pada gigi seri tetap itu. Namun hal ini tentu saja memerlukan latihan tersendiri agar peternak menjadi terampil.

Tabel umur

Gigi

Memilih kambing PE, Sebagai Kambing Perah Unggul

Thursday, June 10th, 2010

Lebih dari 460 juta kambing di dunia telah menghasilkan 4,5 juta ton susu dan 1,2 juta ton daging setiap tahunnya (Harlan, 1990). Selain itu manfaat besar lain terkandung dari bulu, kulit dan kotoran yang bisa dijadikan pupuk bahkan bahan bakar.

Kambing PE sebagai kambing perah yang saat ini sangat diminati, juga memiliki potensi serupa. Susu kambing merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang sangat bagus terutama bila dibandingkan dengan susu sapi. Minimnya peternak kambing perah di Indonesia saat ini, membuat peluang usaha sektor susu kambing sangat besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pasar peminum susu kambing segar di Indonesia masih kecil. Namun, belum tergarapnya pasar ditambah dengan produk turunan susu kambing yang banyak, membuat peluangnya masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Pada kesempatan kali ini, kami mencoba mengetengahkan hal-hal yang bisa dijadikan acuan bagi para peternak (khususnya pemula) dalam memilih kambing perah unggul, antara lain:

A. Bentuk fisik

Memilih Kambing perah yang baik adalah memiliki karakteristik badan seperti tampak pada gambar dibawah ini:

gambar bodi kambing
Gambar di atas menunjukan bahwa kambing perah yang bagus memiliki bentuk bodi seperti segi tiga bila dilihat dari atas. Sedangkan yang tidak bagus adalah membentuk segi empat. Kemudian kambing yang baik, bentuk kaki depan dan belakang adalah tegak simetris, tidak berbentuk X atau O.

B. Bentuk Ambing

Selain bentuk badan, hal utama lain yang harus deperhatikan dengan teliti adalah karakteristik bentuk ambing, seperti tampak pada gambar berikut:

Ambing

Gambar A dan B merupakan contoh bentuk ambing yang jelek pada kambing perah. Gambar C adalah bentuk yang bagus, bentuknya bulat utuh , seimbang dan ambing simetris. Secara teori, bentuk ambing yang baik dan ideal sangat mendukung kuantitas produksi air susu kambing.

Demikian uraian singkat kami, mudah-mudahan bisa jadi tambahan wawasan saya dan rekan2 sekalian. Salam Kandang Bambu.

Referensi:

Atfield HD. Harlan. “Understanding Dairy Goat Production”. VITA Publiser, 1990.

Sumber : http://kandangbambu.wordpress.com

Ternak Kambing

Thursday, June 10th, 2010
  1. PENDAHULUAN
    Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.
  2. BIBIT
    Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

    • Ciri untuk calon induk:
      1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
      2. Jinak dan sorot matanya ramah.
      3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
      4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
      5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
      6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
    • Ciri untuk calon pejantan :
      1. Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
      2. Kaki lurus dan kuat.
      3. Dari keturunan kembar.
      4. Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.
  3. MAKANAN
    Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
    Cara pemberiannya :

    • Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
    • Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.
  4. TATA LAKSANA
    1. Kandang

      Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
      Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
      Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
      Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
      Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
      Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
      Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor

    2. Pengelolaan reproduksi
      Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
      Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

      1. Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
        mencapai 55 - 60 kg.
      2. Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
      3. Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila
        dinaiki.
      4. Ratio jantan dan betina = 1 : 10
        Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :

        1. Masa bunting 144 - 156 hari (…. 5 bulan).
        2. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
    3. Pengendalian Penyakit
      1. Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
      2. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
    4. Pasca Panen
      1. Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.
      2. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.
  5. CONTOH ANALISA USAHA TERNAK KAMBING
    1. Pengeluaran
      1. Bibit
        • Bibit 1 ekor pejantan = 1 x Rp. 250.000,- Rp. 250.000,-
        • Bibit 6 ekor betina = 1 x Rp. 200.000,- Rp. 1.200.000,-
          Total Rp. 1.450.000,-
      2. Kandang Rp. 500.000,-
      3. Makanan Rp. 200.000,-
      4. Obat-obatan Rp. 100.000,-
        Total Pengeluaran Rp. 2.250.000,-
    2. Pemasukan
      1. Dari anaknya
        Jika setelah 1 tahun, ke 6 produk menghasilkan 2 ekor, jumlah kambing yang bisa dijual setelah 1 tahun = 12 ekor. Jika harga tiap ekor Rp. 150.000,- maka dari 12 ekor tersebut akan dihasilkan : 12 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.800.000,-
      2. Dari induk
        Pertambahan berat induk 50 gram per ekor per hari, maka setelah 2 tahun akan dihasilkan pertambahan berat : 7 x 50 gr x 365 = 127,75 kg. Total daging yang dapat dijual (7 x 15 kg) + 127,75 kg = 232,75 kg. Pendapatan dari penjualan daging = 232,75 kg x Rp. 10.000,-=Rp.2.327.500,-
      3. Dari kotoran :
        Selama 2 tahun bisa menghasilkan ± 70 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 70.000,-
    3. Keuntungan
      1. Masuk:Rp.1.800.000+Rp. 2.327.500+Rp. 70.000 == Rp. 4.197.500,-
      2. Keluar:Rp.1.450.000+Rp.500.000+Rp.200.000+Rp.100.000 == Rp. 2.250.000
      3. Keuntungan selama 2 th: Rp. 4.197.500,- dikurang Rp. 2.250.000 == Rp. 1.947.500,- atau Rp. 81.145,- per bulan.
  6. SUMBER
    Brosur Ternak Kambing, Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta Pusat (tahun 1997).
  7. KONTAK HUBUNGAN
    Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya No. 11 Jakarta Pusat, Tel. (021) 626 7276, 639 3771 atau 600 7252 Pes. 202 Jakarta.

Di Ambil Darin : http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a16