Khasiat Dan Manfaat Buah-Buahan Alami Bagi Tubuh Manusia

August 9th, 2010

Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.

Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :

1. BUAH TOMAT (TOMATO)

- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.

- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.

- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. gusi berdarah.

b. rabun senja / kotok ayam.

c. penggumpalan darah.

d. usus buntu.

e. kanker prostat dan kanker payudara.

2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)

- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.

- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.

- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.

- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menyembuhkan luka.

b. menghilangkan infeksi.

c. menghilangkan alergi

3. BUAH PISANG (BANANA)

- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.

- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.

- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. gangguan pada lambung.

b. penyakit jantung dan stroke

c. stress

d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.

4. BUAH MANGGA (MANGO)

- mangga mengandung vitamin A, E dan C.

- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.

- mangga dapat membersihkan darah.

- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.

b. menurunkan panas tubuh saat demam.

5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)

- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.

- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.

- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.

b. menjadi anti virus

c. menjadi anti kanker

6. BUAH APEL (APPLE)

- apel mengandung vitamin A, B dan C.

- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menjadi zat anti kanker.

b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.

7. BUAH JERUK (ORANGE)

- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.

- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.

- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. mengobati sariawan.

b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.

8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)

- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.

- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.

- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menurunkan demam / panas tubuh.

b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.

9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)

- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.

- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.

- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menurunkan kadar kolesterol darah

b. mengobati infeksi.

c. menjaga mengobati sariawan.

d. memperlancar peredaran darah.

e. melancarkan saluran pencernaan.

f. mencegah konstipasi.

10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)

- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.

- semangka dapat menjadi antialergi.

- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

seperti :

a. menurunkan kadar kolesterol.

b. mencegah dan menahan serangan jantung.

11. BUAH MELON (HONEYDEW)

- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.

- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.

- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. mencegah darah menggumpal.

b. membersihkan kulit.

c. menlancarkan saluran pencernaan.

d. menurunkan kadar kolestrerol.

12. BUAH WORTEL (CARROT)

- wortel kaya akan vitamin A.

- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.

- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.

b. menjaga hati tetap sehat.

13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)

- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.

- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.

- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :

a. menurunkan tekanan darah.

b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.

14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)

- nanas mengandung vitamin B dan C.

- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.

- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :

a. menyembuhkan luka.

b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.

Untuk menjadi sehat alami tanpa bahan kimia makanlah berbagai buah secukupnya setiap hari demi kesehatan badan kita yang sangat berharga.

Scabies pada Hewan Peliharaan

July 21st, 2010

Scabies pada Hewan Peliharaan

Sarcoptes scabiei merupakan salah satu jenis tungau yang dapat menyebabkan kudis pada anjing dan kucing. Tungau lainnya yaitu demodex yang menyebabkan demodekosis memiliki ciri yang mirip dengan scabies. Penyakit ini termasuk penyakit yang sering muncul pada dunia kedokteran hewan.

Karena ukurannya yang kecil yaitu 0.2-0.4 mm maka untuk mendiagnosa tungau tersebut tidak bisa dilakukan dengan mata telanjang dan harus memakai bantuan mikroskop dengan melihat kerokan kulit yang diambil didaerah kulit yang mengalami perubahan.

Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum, dengan kecepatan 2 -3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40 atau 50 . Bentuk betina yang telah dibuahi ini dapat hidup sebulan lamanya. Telurnya akan menetas, biasanya dalam waktu 3-5 hari, dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva ini dapat tinggal dalam terowongan, tetapi dapat juga keluar. Setelah 2 -3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina, dengan 4 pasang kaki. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8 - 12 hari Telur menetas menjadi larva dalam waktu 3 - 4 hari, kemudian larva meninggalkan terowongan dan masuk ke dalam folikel rambut. Selanjutnya larva berubah menjadi nimfa yang akan menjadi parasit dewasa. Setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit, yang jantan akan mati, kadang-kadang masih dapat hidup dalam terowongan yang digali oleh yang betina. Tungau betina akan mati setelah meninggalkan telur, sedangkan tungau jantan mati setelah kopulasi. Sarcoptes scabiei betina dapat hidup diluar pada suhu kamar selama lebih kurang 7 - 14 hari.

Gejala

Tungau sarcoptic hidup di akar rambut. Anjing atau kucing yang mengalami infestasi tungau sarcoptic akan merasakan gatal yang hebat. Dengan sendirinya hewan akan menggaruk dan terus menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal. Garukan yang intens ini akan menimbulkan kemerahan pada kulit dan dapat terjadi perlukaan atau lesio. Gejala lain yaitu terjadi kerusakan rambut/bulu, kerontokan hingga kebotakan. Ciri lain yang menunjukkan penyakit ini adalah timbulnya kerak atau keropeng pada kulit. Nafsu makan hewan turun, dan pada akhirnya akan diikuti penurunan berat badan sehingga hewan akan tampak kurus. Kurang perhatian pemilik terhadap hewan dapat memicu terjadinya penyakit, misalnya hewan mengalami malnutrisi sehingga rentan terhadap penyakit atau pemilik kurang menjaga kebersihan hewan tersebut

Scabies merupakan salah satu penyakit zoonosis. Tungau sarcoptic dapat menular dari hewan ke manusia. Pada manusia daerah yang diserang biasanya adalah daerah yang berkulit tipis seperti daerah lipatan paha, sela jari kaki dan tangan, lipatan perut, ketiak dan daerah vital.

Terapi

Ada beberapa obat yang efektif untuk membunuh tungau ini :

- Ivermectin dengan dosis yang tepat, baik injeksi (suntikan) maupun per oral (minum) dapat membunuh tungau sarcoptic pada anjing. Pengobatan dengan injeksi ataupun per oral harus continuous (terus-menerus) agar pengobatan benar-benar tuntas. Sebaiknya tidak diberikan pada anjing dengan umur yang terlalu muda, kurang dari 4 bulan

- Selamectin dapat diaplikasikan dalam bentuk obat tetes sebulan sekali untuk hewan

- Amitraz diaplikasikan langsung di kulit setiap minggu dengan cara dimandikan atau disikat.

- Sulfur dalam bentuk racikan salep kulit

Selain diberikan obat yang membunuh tungau tersebut juga diberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi hewan bersangkutan seperti :

- Antibiotik : utnuk mencegah infeksi pada luka akibat garukan

- Kortikosteroid jangka pendek : untuk mengurangi rasa gatal

- Vitamin untuk meningkatkan kondisi secara umum dan daya tahan

Kandang Kambing Etawa

June 10th, 2010

Dalam melakukan kegiatan beternak kambing etawa tentu akan muncul persoalan tempat memeliharanya , yaitu kandang kambing.

Sebenarnya kandang kambing etawa secara umum memiliki fungsi yang serupa dengan rumah atau merupakan tempat untuk tinggal bagi ternak, kita harus memiliki keseriusan dan ketelitian agar kandang tersebut menjadi nyaman bagi kambing yang akan tinggal di dalamnya.

Pada perinsipnya membangun kandang etawa adalah memiliki tujuan agar kambing etawa nyaman dan bisa bereproduksi secara normal.

Dalam membangun kandang kambing etawa hendaknya memiliki fungsi sebagai berikut :

Kandang Kambing Etawa1. Kandang Kambing adalah tempat aktifitas kambing ,seperti makan ,tidur,kencing,minum dan lain sebagainya.

2. Kandang kambing sebagai tempat berlindung dari panas , hujan,dan terpaan angin.

3. Kandang kambing sebagai tempat berlindung dari pemangsa atau hewan penggangu lainya

4. kandang kambing sebagai pencegah liarnya kambing etawa ,atau menghindarkan kandang4kambing untuk memakan dan merusak tanaman lain.

5. Kandang kambing sebagai tempat penjagaan dan pengawasan ternak

Membangun kandang kambing etawa memang agak lain dengan membangun kandang ternak seperti sapi atau kambing domba ,karena ke unikan kambing etawa ini terlahir dari sebuah kebiasaan masyarakat di sekitar ternak itu berasal dari Kec Kaligesing Kab Purworejo.

Tentu melalui proses perkembangan serta uji kelayakan di lapangan yang cukup lama dan panjang yang dilakukan para peternak di desa kami hingga kini melahirkan desain yang di sepakati oleh sebagian besar peternak di lingkungan saya.

Kandang Kambing EtawaKandang Kambing Etawa biasanya di buat berpanggung dengan tujuan air kencing dan kotoran bisa jatuh ke bawah melalui sela lantai panggung ( tataban ) karena kotoran dan air kencing akan menganggu kesehatan ternak jikala bersentuhan langsung dengan kaki kambing.

Lantai bawah panggung biasanya juga merupakan tempat mengumpulkan kotoran kambing yang bisa di gunakan menjadi pupuk, bahkan beberapa teman peternak yang sudah maju biasanya membuat lantai ini dengan di semen dan dibuat kemiringan agar supaya kotoran mudah mengumpul , bahkan ada juga yang di desain untuk mengumpulkan air kencing kambing yang juga sebagai pupuk.

Membangun kandang kambing etawa memang sebaiknya tidak terlalu dekat dengan pemukiman namun jikala terpaksa juga tidak terlalu riskan karena jika kita rajin membersihkan dan dengan sanitasi kandang yang baik tidak menimbulkan bau yang menganggu, kebanyakan peternak di lingkungan saya juga membangun tidak jauh dari rumah, namun jikala anda membangun dengan tujuan untuk memelihara dalam jumlah banyak tentu harus di perhitungkan lebih matang.

Untuk skala pemeliharaan dalam jumlah kecil di bawah sepuluh ekor tentu sangat sederhana dan murah ,karena pada perinsipnya se ekor kambing membutuhkan luas 1,5 m untuk ruang geraknya .

Membangun kandang etawa memang harus di batasi, tentu agar membatasi ruang gerak yang berlebihan ,karena jika berlebihan gerak kambing jenis ini akan lama perkembangannya.

Kenapa kandang etawa harus di sekat….? membuat kandang kambing etawa memang harus di sekat antara kambing satu dengan yang lain kambing ras etawa biasanya beradu jika di kelompokan lebih dari 2 ekor yang tidak se induk.dan kambing ini memang harus di pisah dari pejantan ( trus kapan kawinnya hahaha nanti kita bahas lain postingan )

Membuat kandang kambing etawa haruslah memiliki tempat yang tidak terlalu banyak angin karena kambing jenis ini mudah kembung atau memiliki kelemahan tidak tahan terhadap tiupan angin yang terlalu kencang namun harus memiliki fentilasi yang cukup.

Kandang Kambing EtawaMemperhatikan hal hal tersebut Insya Allah menepis anggapan kalo beternak etawa itu susah, bahkan tidak sedikit orang mengira bahwa kambing jenis ini susah di pelihara di daerah datar ( atau non pegunungan ) sebenarnya hanya karena tidak memahami kemauan dan kebiasaan kambing saja, jika kita memahami dan mempelajari dengan seksama tentu akan mendapatkan solusi dalam beternak kambing ini.

Beternak kambing etawa adalah sebuah Infestasi yang nyata dan tak membutuhkan teori stastistik yang muluk muluk.

Beternak Kambing Etawa adalah sebuah usaha yang nyata ……

Sumber : http://www.kambingetawa.org/kandang-kambing-etawa.html

Mengapa Susu Kambing?

June 10th, 2010

Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Makanya, susu yang sedikit manis itu menjadi pilihan bagi yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi (lactose intolerance). Ia rendah laktosa sehingga tidak menimbulkan diare.

Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin. Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan, infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan. Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi.

Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karena mengkonsumsi susu kambing.Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia. Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida. Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi. Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

Selain dikonsumsi, susu kambing baik juga untuk perawatan kulit. Sabun yang terbuat dari campuran susu kambing memiliki tingkat keasaman yang menyamai kulit. Efeknya terasa lembut di kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Beberapa penelitian melaporkan penggunaan sabun ekstrak susu kambing memulihkan kelainan kulit seperti psoriasis dan eksema.

Protein

Karena kandungan proteinnya tinggi, susu kambing sangat baik untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Ia merupakan sumber protein yang murah tetapi bermutu tinggi. Secangkir susu kambing yang setara 244 g mengandung protein 8,7 g. Bandingkan dengan susu sapi yang hanya mengandung protein 8,1 g.Protein yang terdapat pada susu kambing mencakup 22 asam amino termasuk 8 asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, dan fenilalanin. Asam amino esensial di dalam tubuh merupakan senyawa penting pembentuk sejumlah senyawa hormon dan jaringan tubuh. Susu kambing juga sumber mineral kalsium, fosfor, kalium, riboflavin (vitamin B2), dan protein.

Anak yang mengkonsumsi susu kambing memiliki kepadatan tulang yang baik, kadar hemoglobin meningkat, serta kecukupan vitamin A, B1, B2 dan B3 yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan saraf. Asam amino yang mengandung unsur belerang metionin, sistin, dan sistein penting untuk membangun kesehatan otak dan sistem saraf. Sistein dan asam amino lainnya juaga berperan dalam pembentukan sel darah penawar racun (detoksifikasi) bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Susu kambing menyumbangkan 32,6% kalsium dan 27,0% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sementara susu sapi hanya memberikan 29,7% kalsium dan 23,2% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sebagai sumber kalsium, susu kambing bagus untuk pemeliharaan kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses mineralisasi tulang, kalsium dan fosfor membentuk kalsiumfosfat-komponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan kepada tulang.Kalsium melindungi sel usus besar dari risiko kanker akibat zat kimia yang melewatinya, mencegah pengeroposan tulang setelah masa menopause atau radang sendi, mencegah migrain, menurunkan risiko timbulnya gejala sindroma premenstrual haid.

Ia juga berperan pada sejumlah kegiatan fungsional seperti proses pembekuan darah, merangsang saraf, kontraksi otot, pengaturan aktivitas enzim, pemberdayaan fungsi membran sel, dan pengaturan tekanan darah.Terkait dengan aktivitas fungsional itu, sistem tubuh yang kompleks mengatur jumlah kadar kalsium di dalam darah secara seksama. Tujuannya supaya tidak terjadi kekurangan kadar kalsium di dalam darah. Pengambilan kalsium dari dalam tulang akan terjadi bila asupan kalsium kurang akibat gizi yang tidak berimbang.

Riset terhadap 195 perempuan remaja, usia 10-12 tahun, menunjukkan konsumsi keju yang dibuat dari susu kambing menghasilkan total kepadatan tulang dan ketebalan korteks (lapisan luar) tulang lebih tebal daripada kelompok lainnya. Penelitian dilakukan pada 4 kelompok yaitu kelompok yang diberi keju susu kambing, preparat kalsium, preparat mineral kalsium ditambah vitamin D, dan plasebo.

Penelitian itu membuktikan bahwa dampak pemberian kalsium dari susu kambing jauh lebih baik ketimbang pemberian sediaan kalsium buatan (kimiawi). Dalam penelitian lain yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition, susu kambing terbukti mempercepat pembakaran lemak. Dalam penelitian itu, asupan kalsium alami tinggi bersumber dari susu kambing menghasilkan pembakaran lemak 20 kali lebih cepat dibanding yang tidak diberi asupan. Susu kambing juga mengandung riboflavin. Vitamin B2 itu berperan sebagai pembangkit energi berdasar pada reaksi oksidasi yang diperankan oleh flavoprotein-senyawa ikatan protein yang banyak ditemukan di dalam otot jantung dan otot lainnya.

Manfaat lain riboflavin yaitu menurunkan frekuensi serangan migrain. Ia juga berperan menghambat perusakan sel yang terjadi dalam proses produksi energi. Perusakan sel itu dihambat glutation. Untuk menghambat perusakan sel, senyawa protein yang dihasilkan mitokondria itu memerlukan pembaruan (daur ulang). Di dalam proses daur ulang itu, riboflavin berperan sebagai co-faktor dari enzim glutation reduktase sehingga terjadi reduksi dan oksidasi membentuk glutation yang baru.

Mitos

Dilihat dari kandungan gizinya, susu kambing tidak kalah dengan susu sapi. Kurangnya minat untuk mengkonsumsi susu kambing salah satunya lebih disebabkan karena anggapan susu kambing tidak boleh dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Mitos itu tidak benar. Kandungan utama susu kambing yang terdiri dari kalium justru berfungsi menstabilkan tingginya tekanan darah, mengatur fungsi kerja jantung, dan menekan risiko terkena arteriosklerosis.

Pernyataan itu dikuatkan penelitian terhadap lebih dari 40.000 pria Amerika yang mengkonsumsi susu kambing selama 4 tahun. Kesimpulan riset menyatakan kelompok yang mengkonsumsi lebih banyak kalium, ternyata memiliki risiko terserang stroke lebih rendah. Dengan segudang manfaat, susu kambing baik dikonsumsi semua umur. (dr Zen Djaja MD, dokter sekaligus pimpinan Balai Pengobatan Umum Yayasan Tri Dharma, Malang)

Reff: http://fapertaumy.wordpress.com/2007/05/11/segudang-gizi-susu-kambing-2/

Menaksir Usia Kambing

June 10th, 2010

Ref: Murtidjo A.B, Kambing sebagai ternak potong dan perah, Penerbit Kanisius, 1993.

Menaksir usia kambing merupakan salah satu pengetahuan yang perlu dikuasai oleh peternak. Pengetahuan itu bisa digunakan untuk melakukan seleksi usia kambing yang akan dibeli dan dipelihara, baik sebagai calon bibit atau bakalan yang akan dibesarkan.

Besar kecil tubuh, bukan ukuran usia kambing. Bisa saja terjadi kambing sudah tua tapi kurus akibat pemeliharaan yang buruk atau terkena penyakit, sehingga dari posturnya terlihat seperti kambing yang masih muda.

Cara yang dapat digunakan untuk memperkirakan usia kambing, yakni dengan mengamati giginya. Metode ini sangat cocok untuk dipraktikan dilapangan oleh peternak. Kambing tidak memiliki gigi seri pada rahang atas. Gigi seri hanya terdapat pada rahang bawah yang berjumlah 8 buah atau 4 pasang. Sedangkan gigi graham pada kambing usia dewasa ada 6 buah tiap setengah rahang atau berjumlah 24 buah gigi seluruhnya.

gigi 1

Anak Kambing biasanya lahir dengan gigi seri susu lengkap atau 8 buah gigi. Pergantian gigi seri susu dengan gigi seri tetap dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk menentukan usia kambing dengan praktis. Setelah semua gigi susu berganti dengan gigi seri tetap, maka usia ditentukan pada perubahan2 pada gigi seri tetap itu. Namun hal ini tentu saja memerlukan latihan tersendiri agar peternak menjadi terampil.

Tabel umur

Gigi

Memilih kambing PE, Sebagai Kambing Perah Unggul

June 10th, 2010

Lebih dari 460 juta kambing di dunia telah menghasilkan 4,5 juta ton susu dan 1,2 juta ton daging setiap tahunnya (Harlan, 1990). Selain itu manfaat besar lain terkandung dari bulu, kulit dan kotoran yang bisa dijadikan pupuk bahkan bahan bakar.

Kambing PE sebagai kambing perah yang saat ini sangat diminati, juga memiliki potensi serupa. Susu kambing merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang sangat bagus terutama bila dibandingkan dengan susu sapi. Minimnya peternak kambing perah di Indonesia saat ini, membuat peluang usaha sektor susu kambing sangat besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pasar peminum susu kambing segar di Indonesia masih kecil. Namun, belum tergarapnya pasar ditambah dengan produk turunan susu kambing yang banyak, membuat peluangnya masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Pada kesempatan kali ini, kami mencoba mengetengahkan hal-hal yang bisa dijadikan acuan bagi para peternak (khususnya pemula) dalam memilih kambing perah unggul, antara lain:

A. Bentuk fisik

Memilih Kambing perah yang baik adalah memiliki karakteristik badan seperti tampak pada gambar dibawah ini:

gambar bodi kambing
Gambar di atas menunjukan bahwa kambing perah yang bagus memiliki bentuk bodi seperti segi tiga bila dilihat dari atas. Sedangkan yang tidak bagus adalah membentuk segi empat. Kemudian kambing yang baik, bentuk kaki depan dan belakang adalah tegak simetris, tidak berbentuk X atau O.

B. Bentuk Ambing

Selain bentuk badan, hal utama lain yang harus deperhatikan dengan teliti adalah karakteristik bentuk ambing, seperti tampak pada gambar berikut:

Ambing

Gambar A dan B merupakan contoh bentuk ambing yang jelek pada kambing perah. Gambar C adalah bentuk yang bagus, bentuknya bulat utuh , seimbang dan ambing simetris. Secara teori, bentuk ambing yang baik dan ideal sangat mendukung kuantitas produksi air susu kambing.

Demikian uraian singkat kami, mudah-mudahan bisa jadi tambahan wawasan saya dan rekan2 sekalian. Salam Kandang Bambu.

Referensi:

Atfield HD. Harlan. “Understanding Dairy Goat Production”. VITA Publiser, 1990.

Sumber : http://kandangbambu.wordpress.com

Ternak Kambing

June 10th, 2010
  1. PENDAHULUAN
    Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.
  2. BIBIT
    Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

    • Ciri untuk calon induk:
      1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
      2. Jinak dan sorot matanya ramah.
      3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
      4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
      5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
      6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
    • Ciri untuk calon pejantan :
      1. Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
      2. Kaki lurus dan kuat.
      3. Dari keturunan kembar.
      4. Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.
  3. MAKANAN
    Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
    Cara pemberiannya :

    • Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
    • Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.
  4. TATA LAKSANA
    1. Kandang

      Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
      Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
      Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
      Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
      Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
      Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
      Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor

    2. Pengelolaan reproduksi
      Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
      Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

      1. Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
        mencapai 55 - 60 kg.
      2. Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
      3. Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila
        dinaiki.
      4. Ratio jantan dan betina = 1 : 10
        Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :

        1. Masa bunting 144 - 156 hari (…. 5 bulan).
        2. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
    3. Pengendalian Penyakit
      1. Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
      2. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
    4. Pasca Panen
      1. Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.
      2. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.
  5. CONTOH ANALISA USAHA TERNAK KAMBING
    1. Pengeluaran
      1. Bibit
        • Bibit 1 ekor pejantan = 1 x Rp. 250.000,- Rp. 250.000,-
        • Bibit 6 ekor betina = 1 x Rp. 200.000,- Rp. 1.200.000,-
          Total Rp. 1.450.000,-
      2. Kandang Rp. 500.000,-
      3. Makanan Rp. 200.000,-
      4. Obat-obatan Rp. 100.000,-
        Total Pengeluaran Rp. 2.250.000,-
    2. Pemasukan
      1. Dari anaknya
        Jika setelah 1 tahun, ke 6 produk menghasilkan 2 ekor, jumlah kambing yang bisa dijual setelah 1 tahun = 12 ekor. Jika harga tiap ekor Rp. 150.000,- maka dari 12 ekor tersebut akan dihasilkan : 12 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.800.000,-
      2. Dari induk
        Pertambahan berat induk 50 gram per ekor per hari, maka setelah 2 tahun akan dihasilkan pertambahan berat : 7 x 50 gr x 365 = 127,75 kg. Total daging yang dapat dijual (7 x 15 kg) + 127,75 kg = 232,75 kg. Pendapatan dari penjualan daging = 232,75 kg x Rp. 10.000,-=Rp.2.327.500,-
      3. Dari kotoran :
        Selama 2 tahun bisa menghasilkan ± 70 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 70.000,-
    3. Keuntungan
      1. Masuk:Rp.1.800.000+Rp. 2.327.500+Rp. 70.000 == Rp. 4.197.500,-
      2. Keluar:Rp.1.450.000+Rp.500.000+Rp.200.000+Rp.100.000 == Rp. 2.250.000
      3. Keuntungan selama 2 th: Rp. 4.197.500,- dikurang Rp. 2.250.000 == Rp. 1.947.500,- atau Rp. 81.145,- per bulan.
  6. SUMBER
    Brosur Ternak Kambing, Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta Pusat (tahun 1997).
  7. KONTAK HUBUNGAN
    Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya No. 11 Jakarta Pusat, Tel. (021) 626 7276, 639 3771 atau 600 7252 Pes. 202 Jakarta.

Di Ambil Darin : http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a16

Hasil Praktikum Kewirausahaan

May 31st, 2010

Lokasi : Peternakan Bpk. Subali, Sanggrahan Caturharjo, Sleman Yogyakarta.

Tanggal : 20 Mei 2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kambing termasuk salah satu jenis ternak yang akrab dengan system usaha tani di pedesaan. Hampir setiap rumahtangga memelihara kambing. Sebagian dari mereka memang menjadikannya sebagai sumber penghasilan keluarga. Saat ini pemeliharaan kambing bukan hanya di pedesaan saja, tetapi sudah menyebar ke berbagai tempat. Semakin banyaknya peternakan kambing yang muncul di sebabkan oleh permintaan daging dan susu kambing yang terus mengalami peningkatan. Ternak kambing dengan sifat alaminya sangat cocok di budidayakan di daerah pedesaan yang sebagian besar penduduknya adalah petani berpenghasilan rendah. Sebab ternak kambing sendiri memiliki sifat dapat beranak kembar dan fasilitas serta pengelolaannya lebih sederhana di bandingkan dengan ternak ruminansia besar.

Ditinjau dari aspek pengembangannya, ternak kambing sangat potensial bila di usahakan secara komersial, antara lain : umur kedewasaan dan umur kebuntingan ternak kambing lebih pendek bila di bandingkan dengan ternak sapi atau kerbau sebagai ternak ruminansia besar. Keadaan yang demikian member pengaruh positif bagi petani-peternak pedesaan dalam memanfaatkan waktu luang, sebab usaha ternak kambing hanya memerlukan fasilitas dan pengelolaan sederhana.

Disamping daging, ternak kambing masih dapat memberikan hasil sampingan berupa susu dan pupuk kandang. Khusus bagi petani-peternak yang berdomisili di pedesaan, usaha ternak kambing berfungsi sebagai tabungan yang dapat di manfaatkan setiap saat.Beternak kambing memang tidak selalu memerlukan uang kontan yang besar jumlahnya. Petani-peternak sekala kecil masih mampu membiayai pemeliharaan ternak kambing. Di daerah pedesaan, ternak kambing biasanya dipelihara secara tradisional dengan sisitem pemeliharaan :

· Ternak kambing di kandangkan terus-menerus;

· Ternak kambing di kandangkan, juga di gembalakan pada jam-jam tertentu;

· Ternak kambing di lepas di padang pengembalaan sepanjang hari.

Cara pemeliharaan kambing yang banyak dilakukan petani-peternak di pedesaan umumnya adalah di kandangkan dan juga di gembalakan. Pengembalaan biasanya dilakukan secara berpindah-pindah. Kambing yang di pelihara dengan cara di kandangkan, dan pada waktu tertentu di gembalakan atau di gembalakan terus menerus sepanjang hari, hasilnya lebih baik. Sebab dengan system pengelolaan demikian, ternak kambing memperoleh factor pendukung yang lebih kuat. Di tinjau dari aspek tingkah lakunya, ternak kambing merupakan hewan gembalaan. Realitas ini di sebabkan oleh sifat ternak kambing yang merasa lebih senang dan cocok bila hidup secara bebas dan setengah liar. Lebih jauh lagi gairah untuk kawin serta aktivitas kehidupan lainnya akan lebih menonjol.

Dari aspek tersedianya hijauan pakan ternak, kambing yang di lepas di padang pengembalaan akan bebas dan dapat memilih hijauan pakan sesuai dengan yang di senanginya. Berbeda halnya dengan yang di kandangkan, sebab hijauan pakan serba terbatas dan tergantung dari pengelolanya. Kambing yang di pelihara dengan cara di gembalakan menyebabkan kambing selalu berpindah-pindah tempat sehingga mengurangi kemungkinan terinfeksi larva cacing. Kandang yang bersih, suasanan yang tenang dan nyaman bagi ternak dapat menunjang peningkatan atau pertumbuhan produksi, baik itu produksi Daging, Susu dan kualitas kambing yang dihasilkan menjadi lebih meningkat.

B. Tujuan Praktikum

Pembuatan laporan ini bertujuan untuk :

a. Memenuhi tugas praktikum mata kuliah Manajemen dan Kewirausahaan.

b. Mengetahui manajemen keuangan yang baik bagi suatu peternakan.

c. Mengatahui cara-cara penghitungan dalam suatu laporan keuangan.

d. Mengetahui proses atau cara beternak Kambing PE yang baik sehingga dapat menghasilkan kualitas Susu yang baik.

e. Memotivasi praktikan dalam berwirausaha khususnya dalam bidang peternakan.

f. Mencari pengalaman atau wawasan dalam beriteraksi serta berkomunikasi dengan Petani-peternak.

g. Memacu para praktikan dalam mengembangkan ide-ide yang lebih kreatif lagi dalam berwirausaha serta dapat melatih praktikan dalam memecahkan permasalahan yang timbul dalam petani-peternak.

C. Manfaat Praktikum

· Agar dapat memberikan informasi tentang berbagai hal dalam dunia wirausaha khususnya di bidang peternakan Kambing PE.

· Melatih kerjasama dan kedisiplinan dalam bekerja.

· Dapat mengetahui managemen dan pemeliharaan kambing yang baik.

· Memperoleh pengetahuan yang luas tentang wirausaha.

· Dapat memberikan semangat dan gambaran baik bagi diri saya (parktikan) maupun orang lain dalam mengembangkan wirausaha yang mandiri kedepannya nanti.

· Dapat mengetahui bahwa sangat luas sekali bidang-bidang wirausaha yang dapat kita pilih.

· Dapat memberikan gambaran tentang bidang usaha yang akan di tempuh setelah selesai kuliah.

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Praktikum kewirausahaan kita lakukan dengan wawancara untuk mendapatka data dari peternak. Kemudian data itu kita cocokkan dengan teori yang kami pelajari dalam kuliah.

Data yang kita dapat adalah dari peternakan kambing PE, didaerah Sanggrahan Caturharjo, Sleman Yogyakarta.

A. Waktu Dan Lokasi

Waktu pelaksanaan praktikum yaitu pada pukul 14.00. sebelum keberangkatan ke rumah pak Subari yaitu bapak peternak kambing PE. pukul 13.00 kita berkumpul terlebih dahulu di depan kampus FKH, setelah menunggu teman-teman yang lain datang kita semua melanjutkan perjalanan ke lokasi rumah pak Subari pukul 13.45 kita sampai di lokasi yang di tujuh untuk pelaksanaan praktikum kewirausahaan. Sambil menunggu pak Subari keluar kami menggunakan sisa waktu untuk meliha–lihat kandang ternak kambing PE tersebut. Tepetnya pukul 14.00 pak Subari keluar dan kita memulai praktikum kewirausahaan. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam pembuatan laporan ini, kami menggunakan metode wawancara langsung. Tepatnya pukul 15.45, kami selesai melakukan praktikum, sebelum pulang kami sempatkan waktu untuk berfoto-foto dengan bapak Subali. Pukul 17.00, kita sampai di FKH tempat kita berkumpul awalnya, dan sebelumnya kita terjebak hujan di perjalanan. Dan akhirnya sampai di Kampus FKH pukul 17.00.

B. Persiapan

Persiapan awal yaitu, selesai matakuliah kewirausahaan, kami sekelompok berkumpul dan merencanakan waktu pelaksanaan praktikan,yaitu dengan mencocokkan jadwal masing-masing.yang pertama kita tentukan yaitu jadwal pelaksanaan surve tempat tersebut.dan hasilnya pelaksanaan surve tempat dilakukan pada hari kamis pukul 13.00, yang awalnya hari rabu kemudian di mundurkan pada hari kamis, dikarenakan pada hari rabu waktunya tidak memungkinkan untuk melakukan surve tempat.kemudian menentukan waktu surve tempat, kami menentukan hari dan jam pelaksanaan praktium,dan hasilnya pelaksanaan praktium kewirausahaan pada hari jum’at pukul 14.00. setelah menentukan hari pelaksanaan praktikum, kami pun melanjutkan dengan penyusunan rencana materi yang akan ditanyakan pada saat paraktikum.

C. Penyusunana rencana materi praktikum

Penyusunana rencana materi yang akan di wawancarai yaitu:

1. Ide memulai usaha berternak kambig PE?

2. Berpa banyak modal yang dihabiskan untuk pembangunan klandang?

3. Luas lahan untuk pembangunan kandang?

4. Kapan bapak memulai usaha berternak kambing PE?

5. Sejarah memulai berternak kambing PE?

6. Modal awal diperoleh dari?

7. Kendala dalam berternak kambing PE?

8. Berapa jumlah kambing yang di ternakkan?

9. Berapa liter produksi susu per harinya?

10. Pemerahan dilakukan pada jam-jam berapa?

11. Berapa harga susu per liter yang dijual?

12. Apakah ada tambahan ransum untuk menambah produksi susu?

13. Hijauan apakah yang bapak gunakan untuk pakan ternah setiap hari?


BAB III

PROFIL PENGUSAHA ATAU PETERNAK

Nama lengkap : Subali Sodarjo

TTL : Sleman, 12 Maret 1942

Status : Kawin

Istri : Ny.Sumadiati

Anak : Gandung

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Peternak

Alamat : Sanggrahan Catur Harjo, Sleman Yogyakarta.

A. Waktu Mulainya Usaha

Usaha Peternakan Kambing PE ini dimulai pada tahun 2000, yaitu tepatnya sekitar 10 tahun yang lalu. Munculnya Ide untuk beternak kambing untuk di manfaatkan susunya yaitu berawal dari pemanfaatan lahan kosong belakang rumah dan melihat prospek pasar yang baik.

B. Jenis Usaha

Bapak subali menekuni jenis usaha penjualan susu kambing. Dari pemerahan kambing PE yang beliau pelihara. Jumlah kambing PE sampai saat ini mencapai 50 ekor lebih yang awal mulanya hanya 2-4 ekor.

C. Kapasitas dan Skala Usaha

Kambing perah atau lebih di kenal sebagai Kambing PE miliki Bpk. Subali sekarang sudah mencapai 50 ekor lebih yang mana awalnya hanya memelihara 2-4 ekor kambing. Karena keterbatasan Modal sehingga Bpk. Subali membeli kambing untuk usahanya bertahap. Selain memelihara indukan, Bpk. Subali juga mengembang biakkan sendiri, sehingga anakan kambing (Cempe) nya dapat tumbuh dewasa dengan baik dan dapat di produksi susunya. Usaha susu kambing Bpk. Subali ini sudah bersekala pasar, sampai-sampai keluar daerah.

D. Pengembangan Usaha dan Mitra Usaha

Usaha produksi Susu kambing PE milik Bpk. Subali sampai saat ini sudah berkembang pesat bahkan sudah keluar daerah, Dulu Bpk. Subali hanya menyetorkan susu hasil pemerahan kambing PE nya hanya sebatas Pasar, tetapi sekarang sudah banyak orang yang mengetahuainya, hal tersebut terjadi karena penyebaran informasi dari mulut kemulut, dan ternyata penyebaran informasi dari mulut ke mulut tersebut sangat efektif tanpa mengeluarkan modal untuk mempromosikannya.

BAB IV

TINJAUAN PUSTAKA

Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan kambing Etawah (kambing jenis unggul dari India) dengan kambing Kacang (kambing asli Indonesia). Kambing PE dapat beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia, mudah dipelihara dan merupakan ternak jenis unggul penghasil daging juga susu. Produksi daging kambing PE lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang. Bobot badan Kambing PE jantan dewasa antara 65 – 90 kg dan yang betina antara 45 – 70 kg. Produksi susu bisa mencapai 1 – 3 liter/hari. Kambing PE juga sangat prospektif untuk usaha pembibitan. Harga anak kambing PE bisa 3 – 5 kali lipat harga anak kambing lokal. Kambing PE beranak pertama kali pada umur 16 – 18 bulan dan dalam waktu 2 tahun bisa beranak 3 kali jika diusahakan secara intensif dengan hasil anak kembar 2 – 3 ekor/induk.

v Ciri – Ciri Kambing PE

Postur tubuh tinggi, untuk ternak jantan dewasa gumba/pundak 90 – 110 cm dan betina 70 – 90 cm. Kaki panjang dan bagian paha ditumbuhi bulu/rambut panjang, Profil (bagian atas hidung) tampak cembung Telinga panjang (25 – 40 cm) terkulai ke bawah. Warna bulu umumnya putih dengan belang hitams atau coklat. Tetapi ada juga yang polos putih, hitam atau coklat.

Pemilihan Bibit

1. Bibit Kambing PE yang baik :

Sehat, tidak cacat fisik dengan nafsu makan besar dan aktif,

• Bulu bersih dan mengkilat,

• Dada lebar dan dalam, kaki kurus dan kuat,

• Berasal dari keturunan kembar dan induk tidak sedarah.

2. Bibit Kambing PE jantan yang baik :

• Postur tubuh tinggi besar dan gagah,

• Kaki panjang dan tumit tinggi,

• Alat kelamin normal dan nafsu sex besar,

3. Bibit Kambing PE betina yang baik :

• Bersifat keibuan dan pandai mengasuh anak,

• Alat kelamin normal,

• Mempunyai ambing yang simetris, kenyal dan tidak ada bekas luka.

v Perkembangbiakan
Perkawinan dapat menghasilkan kebuntingan bila dilakukan pada saat kambing betina dalam keadaan birahi. Kambing betina birahi pertama pada saat umur 6 – 8 bulan tetapi belum dapat dikawinkan menunggu dewasa tubuh pada umur 10 – 12. Sedangkan kambing jantan sebaiknya dikawinkan setelah umur 12 bulan.

Tanda – tanda birahi pada kambing betina antara lain :

2. Gelisah, nafsu makan berkurang, ekor dikibas – kibaskan serta terus – menerus

mengembik
2. Alat kelamin bengkak, berwarna merah serta

mengeluarkan sedikit lendir bening

3. Masa birahi berlangsung selama 24 – 45 jam dan

akan terulang dengan siklus 18 – 20 hari

Bila kambing betina telah menunjukkan gejala birahi maka sebaiknya segera

dikawinkan. Perkawinan dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Kawin alam

Kawin yang dilakukan dengan memasukkan kambing betina ke kandang pejantan selama 2 hari

2. Kawin suntik / IB

Kawin yang dilaksanakan dengan cara memasukkan sperma beku yang mutu genetiknya terjamin.

v %

PERANAN LEUKOSIT SEBAGAI ANTI INFLAMASI ALERGIK DALAM TUBUH

February 1st, 2010

Dr. ZUKESTI EFFENDI
Bagian Histologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara
PENDAHULUAN
Dewasa ini penyakit alergi sudah merupakan penyakit dimana para sarjana
Kedokteran telah mengembangkan, baik terapi maupun penelitian-penelitian tentang
perkembangan, pencegahan dan pengobatan alergi maupun penyakit-penyakit, yang
berhubungan dengan alergi.
Von Pirquet (1906), memperkenalkan istilah alergi untuk suatu keaadaan
yang disebabkan oleh reaksi imunoligik spesifik. Yang ditimbulkan oleh allergen
sehingga pada umumnya dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap
benda asing, leukosit sangat berperan.
Dengan berkembangnya biologi molekuler dewasa ini para ahli imunologi
mengungkapkan pada keadaan alergi akan dilepas mediator-mediator inflanlasi oleh
sel system imun. Dalam menghadapi penyakit-penyakit yang didasari iflanlasi alergi,
seperti asma bronchial, rinitis alergika, dermatitis urtikaria, alergi obat, alergi
makanan maupun alergi dari toksin bakteri yang menyerang ginjal (glomerulonepritis
chronis yang disebabkan toksin stretococus), untuk ini perlu penaganan yang serius.
Mediator-mediator inflamasi yang dilepas akan menyebabkan kontraksimotot polos,
meningkatkan sekresi mukos, meningkatkan aliran darah, meningkatkan permea
bilitas kapiler dan pengerahan sel-sel inflamasi, kesemua kejadian ini disebut
“inflamasi alergik”. Sel-sel darah yang berperan dalam kejadian inflamasi alergik ini
adalah sel darah putih atau leukosit dengan turunanya; neutrofil, basofil, aosinofil,
limfosit, mastosit makrofag, sel plasma, sel epitel dan lain-lain, akhir-akhir ini para
ahli mengungkapkan pula keterlibatan mediator inflamasi TNF. Neuropeptida, IL-2.
Histologi leukosit
Leukosit adalah sel darah Yang mengendung inti, disebut juga sel darah
putih. Didalam darah manusia, normal didapati jumlah leukosit rata-rata 5000-9000
sel/mm3, bila jumlahnya lebih dari 12000, keadaan ini disebut leukositosis,
bilakurang dari 5000 disebut leukopenia. Dilihat dalam mikroskop cahaya maka sel
darah putih mempunyai granula spesifik (granulosit), yang dalam keadaan hidup
berupa tetesan setengah cair, dalam sitoplasmanya dan mempunyai bentuk inti yang
bervariasi, Yang tidak mempunyai granula, sitoplasmanya homogen dengan inti
bentuk bulat atau bentuk ginjal. Terdapat dua jenis leukosit agranuler : linfosit sel
kecil, sitoplasma sedikit; monosit sel agak besar mengandung sitoplasma lebih
banyak. Terdapat tiga jenis leukosir granuler: Neutrofil, Basofil, dan Asidofil (atau
eosinofil) yang dapat dibedakan dengan afinitas granula terhadap zat warna netral
basa dan asam. Granula dianggap spesifik bila ia secara tetap terdapat dalam jenis
leukosit tertentu dan pada sebagian besar precursor (pra zatnya).
Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral
organisme terhadap zat-zat asingan. Leukosit dapat melakukan gerakan amuboid
dan melalui proses diapedesis lekosit dapat meninggalkan kapiler dengan menerobos
antara sel-sel endotel dan menembus kedalam jaringan penyambung.
Jumlah leukosit per mikroliter darah, pada orang dewasa normal adalah
4000-11000, waktu lahir 15000-25000, dan menjelang hari ke empat turun sampai
12000, pada usia 4 tahun sesuai jumlah normal. Variasi kuantitatif dalam sel-sel
 2003 Digitized by USU digital libraray 2
darah putih tergantung pada usia. waktu lahir, 4 tahun dan pada usia 14 -15 tahun
persentase khas dewasa tercapai.
Bila memeriksa variasi Fisiologi dan Patologi sel-sel darah tidak hanya
persentase tetapi juga jumlah absolut masing-masing jenis per unit volume darah
harus diambil.
Neutrofil
Neutrofil berkembang dalam sum-sum tulang dikeluarkan dalam sirkulasi, selsel
ini merupakan 60 -70 % dari leukosit yang beredar. Garis tengah sekitar 12 um,
satu inti dan 2-5 lobus. Sitoplasma yang banyak diisi oleh granula-granula spesifik
(0;3-0,8um) mendekati batas resolusi optik, berwarna salmon pinkoleh campuran
jenis romanovky. Granul pada neutrofil ada dua :
- Azurofilik yang mengandung enzym lisozom dan peroksidase.
- Granul spesifik lebih kecil mengandung fosfatase alkali dan zat-zat bakterisidal
(protein Kationik) yang dinamakan fagositin.
Neutrofil jarang mengandung retikulum endoplasma granuler, sedikit mitokonria,
apparatus Golgi rudimenter dan sedikit granula glikogen. Neutrofil merupakan garis
depan pertahanan seluler terhadap invasi jasad renik, menfagosit partikel kecil
dengan aktif. Adanya asam amino D oksidase dalam granula azurofilik penting dalam
penceran dinding sel bakteri yang mengandung asam amino D. Selama proses
fagositosis dibentuk peroksidase. Mielo peroksidase yang terdapat dalam neutrofil
berikatan dengan peroksida dan halida bekerja pada molekultirosin dinding sel
bakteri dan menghancurkannya.
Dibawah pengaruh zat toksik tertentu seperti streptolisin toksin streptokokus
membran granula-granula neutrofil pecah, mengakibatkan proses pembengkakan
diikuti oleh aglutulasiorganel- organel dan destruksi neutrofil.
Neotrofil mempunyai metabolisme yang sangat aktif dan mampu melakukan
glikolisis baik secara arrob maupun anaerob. Kemampuan nautropil untuk hidup
dalam lingkungan anaerob sangat menguntungkan, karena mereka dapat membunuh
bakteri dan membantu membersihkan debris pada jaringan nekrotik. Fagositosis oleh
neutrfil merangsang aktivitas heksosa monofosfat shunt, meningkatkan
glicogenolisis.
EOSINOFIL
Jumlah eosinofil hanya 1-4 % leukosit darah, mempunyai garis tengah 9um
(sedikit lebih kecil dari neutrofil). Inti biasanya berlobus dua, Retikulum endoplasma
mitokonria dan apparatus Golgi kurang berkembang. Mempunyai granula ovoid yang
dengan eosin asidofkik, granula adalah lisosom yang mengandung fosfatae asam,
katepsin, ribonuklase, tapi tidak mengandung lisosim. Eosinofil mempunyai
pergerakan amuboid, dan mampu melakukan fagositosis, lebih lambat tapi lebih
selektif dibanding neutrifil. Eosinofil memfagositosis komplek antigen dan anti bodi,
ini merupakan fungsi eosinofil untuk melakukan fagositosis selektif terhadap komplek
antigen dan antibody. Eosinofil mengandung profibrinolisin, diduga berperan
mempertahankan darah dari pembekuan, khususnya bila keadaan cairnya diubah
oleh proses-proses Patologi. Kortikosteroid akan menimbulkan penurunan jumlah
eosinofil darah dengan cepat.
BASOFIL
Basofil jumlahnya 0-% dari leukosit darah, ukuran garis tengah 12um, inti
satu, besar bentuk pilihan ireguler, umumnya bentuk huruf S, sitoplasma basofil
terisi granul yang lebih besar, dan seringkali granul menutupi inti, granul bentuknya
 2003 Digitized by USU digital libraray 3
ireguler berwarna metakromatik, dengan campuran jenis Romanvaki tampak
lembayung. Granula basofil metakromatik dan mensekresi histamin dan heparin, dan
keadaan tertentu, basofil merupakan sel utama pada tempat peradangan ini
dinamakan hypersesitivitas kulit basofil. Hal ini menunjukkan basofil mempunyai
hubungan kekebalan.
LIMFOSIT
Limfosit merupakan sel yang sferis, garis tengah 6-8um, 20-30% leukosit
darah.Normal, inti relatifbesar, bulat sedikit cekungan pada satu sisi, kromatin inti
padat, anak inti baru terlihat dengan electron mikroskop. Sitoplasma sedikit sekali,
sedikit basofilik, mengandung granula-granula azurofilik. Yang berwarna ungu
dengan Romonovsky mengandung ribosom bebas dan poliribisom. Klasifikasi lainnya
dari limfosit terlihat dengan ditemuinya tanda-tanda molekuler khusus pada
permukaan membran sel-sel tersebut. Beberapa diantaranya membawa reseptos
seperti imunoglobulin yang mengikat antigen spesifik pada membrannya. Lirnfosit
dalam sirkulasi darah normal dapat berukuran 10-12um ukuran yang lebih besar
disebabkan sitoplasmanya yang lebih banyak. Kadang-kadang disebut dengan
limfosit sedang. Sel limfosit besar yang berada dalam kelenjar getah bening dan
akan tampak dalam darah dalam keadaan Patologis, pada sel limfosit besar ini inti
vasikuler dengan anak inti yang jelas. Limfosit-limfosit dapat digolongkan
berdasarkan asal, struktur halus, surface markers yang berkaitan dengan sifat
imunologisnya, siklus hidup dan fungsi.
MONOSIT
Merupakan sel leukosit yang besar 3-8% dari jumlah leukosit normal,
diameter 9-10 um tapi pada sediaan darah kering diameter mencapai 20um, atau
lebih. Inti biasanya eksentris, adanya lekukan yang dalam berbentuk tapal kuda.
Kromatin kurang padat, susunan lebih fibriler, ini merupakan sifat tetap momosit
Sitoplasma relatif banyak dengan pulasan wrigh berupa bim abu-abu pada sajian
kering. Granula azurofil, merupakan lisosom primer, lebih banyak tapi lebih kecil.
Ditemui retikulim endoplasma sedikit. Juga ribosom, pliribosom sedikit, banyak
mitokondria. Apa ratus Golgi berkembang dengan baik, ditemukan mikrofilamen dan
mikrotubulus pada daerah identasi inti.
Monosit ditemui dalam darah, jaingan penyambung, dan rongga-rongga
tubuh. Monosit tergolong fagositik mononuclear (system retikuloendotel) dan
mempunyai tempat-tempat reseptor pada permukaan membrannya. Untuk
imunoglobulin dan komplemen.
Monosit beredar melalui aliran darah, menembus dinding kapiler masuk
kedalam jaringan penyambung. DaIam darah beberapa hari. Dalam jaringan
bereaksi dengan limfosit dan memegang peranan penting dalam pengenalan dan
interaksi sel-sel immunocmpetent dengan antigen.
PERKEMBANGAN LIMFOSlT DALAM PROSES IMMUN
Seperti kita ketahui bahwa limfosit yang bersikulasi terutama berasal dari
timus dan organ limfoid perifer, limpa, limfonodus, tonsil dan sebagainya. Akan
tetapi mungkin semua sel pregenitor limfosit berasal dari sum-sum tulang, beberapa
diantara limfositnya yang secara relatif tidak mengalami diferensiasi ini bermigrasi ke
timus, lalu memperbanyak diri, disini sel limfosit ini memperoleh sifat limfosit T,
kemudian dapat masuk kembali kedalam aliran darah, kembali kedalam sum-sum
tulang atau ke organ limfoid perifer dan dapat hidup beberapa bulan atau tahun.
Sel-sel T bertanggung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai
reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. Limfosit lain tetap
diam disum-sum tulang berdiferensiasi menjadi limfosit B berdiam dan berkembang
 2003 Digitized by USU digital libraray 4
didalam kompertemenya sendiri. Sel B bertugas untuk memproduksi antibody
humoral antibody response yang beredar dalam peredaran darah dan mengikat
secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut
antibody, kompleks ini mempertinggi fagositosis, lisis sel dan sel pembunuh (killer
sel atau sel K) dari organisme yang menyerang. Sel T dan sel B secara marfologis
hanya dapat dibedakan ketika diaktifkan oleh antigen. Tahap akhir dari diferensiasi
sel-sel B yang diaktifkan berwujud sebagai sel plasma. Sel plasma mempunyai
retikulum endoplasma kasar yang luas yang penuh dengan molekul-molekul
antibody, sel T yang diaktifkan mempunyai sedikit endoplasma yang kasar tapi
penuh dengan ribosom bebas.
Pengertian Antigen dan Antibodi
Substansi asing yang bertemu dengan system itu bekerja sebagai antigen,
anti-melawan, + genin menghasilkan. Contohnya jika terjadi suatu substansi terjadi
suatu respon dari tuan rumah, respon ini dapat selular, humoral atau keduanya.
Antigen dapat utuh seperti sel bakteri sel tumor atau berupa makro molekul, seperti
protein, polisakarida atau nucleoprotein. Pada keadaan apa saja spesitas respon
imun secara relatif dikendalikan oleh pengaruh molekuler kecil dari antigendetenniminan
antigenic untuk protein dan polisakarida, determinan antigenic terdiri
atas empat sampai enam asam amino atau satuan monosa karida. Jika komplek
antigen Yang memiliki banyak determinan misalnya sel bakteri akan membangkitkan
satu spectrum respon humoral dan selular.
Antibodi, disebut juga imunoglobulin adalah glikkoprotein plasma yang
bersirkulasi dan dapat berinteraksi secara spesifik dengan determinan antigenic yang
merangsang pembentukan antibody, antibody disekresikan oleh sel plasma yang
terbentuk melalui proliferasi dan diferensiasi limfosit B.
Pada manusia ditemukan lima kelas imunoglobulin, Ig.G, terdiri dari dua
rantai ringan yang identik dan dua rantai berat yang identik diikat oleh ikatan
disulfida dan tekanan non kovalen. Ig G merupakan kelas yang paling banyak
jumlahnya, 75 % dari imunoglobulin serum IgG bertindak sebagai suatu model bagi
kelas-kelas yang lain.
Terjadinya respon imun dari tubuh.
Kepekaan tubuh terhadap benda asing (antigen 0 akan menimbulkan reaksi
tubuh yang dikenal sebagai Respon imun Respon imun ini mempunyai dampak positif
terhadap, tubuh yaitu dengan timbulnya suatu proses imunisasi kekebalan tubuh
terhadap antigen tersebut, dan dampak negatifnya berupa reaksi hypersensitifitas.
Hypersensitifitas merupakan reaksi yang berlebihan dari tubuh terhadap antigen
dimana akan mengganggu fungsi sistem imun yang menimbulkan efek protektif yaitu
merusak jaringan.
Proses kerusakan yang paling cepat terjadi berupa degranulasi sel dan
derifatnya (antara lain sel basofil, set Mast dan sel plasma) yang melepaskan
mediator-mediatonya yaitu histamin, serotonin, bradikinin, SRS=A, lekotrin Eusinohil
chemotactic Factor (ECF) dan sebagainya. Reaksi tubuh terhadap pelepasan
mediator ini menimbulkan penyakit berupa asthma bronchial, rhinitis aIergika,
urtikaria, diaree dan bisa menimbulkan shock. Secara lambat akan terjadi reaksi
kerusakan jaringan berupa sitolisis dari sel-sel darah merah sitotokis terhadap organ
tubuh seperti ginjal (glomeruloneftitis), serum siknesdermatitis kontak, reaksi
tuberculin dan sebagainya, rheumatoid arthritis. coom dan gell membagi 4 jenis
sesitifitas, dimana dapat dilihat apa yang terjadi pada sel-sel leukosit.
Pada type I (padareaksi anafilaktik) terjadi antigen bergabung dengan IgE
(imunoglobin tipe E-antibodies tipe E) yang terikat pada mast sel -sel basofil dan sel
plasma. Reaksi terhadap tubuh terjadi dalam beberapa menit.
 2003 Digitized by USU digital libraray 5
Pada type II (pada reaksi sititoksik) dimana antigen mengikat diri pada
membran sel, yang pada penggabungan anti gen mengikat IgG atau IgM yang bebas
dalam cairan tubuh akan menghancurkan sel yang mengikat anti gen tersebut.
Reaksi ini terdapat pada tranfusi darah, anemia hemolitika.
Pada Type III ( reaksi artrhus ) merupakan reaksi anti gen dan antibody
komplek dimana gen bergabung dengan IgG atau IgM menjadi suatu komplek, yang
mengikat diri antara lain sel-sel ginjal, paru-paru dan sendi.
Terjadilah aktifitas dari komplemen (komplemen protein dalam darah) dan pelepasan
zat-toksis. Ditemui pada glomerulo nephritis, serum scness, rheumatk arthritis.
Type IV ( delayed ), antigen merupakan sel protein atau sel asing yang
bereaksi dengan limfosit, limfosit melepaskan mediator aktif yaitu limfokin, terjadi
reaksi pada kulit, reaksi pada tranplantasi, reaksi tuberculin dan dermatitis kontak.
Imonopatogenesis.
Pada Imunopatologi menjelaskan bahwa reaksi alergi diawali dengan tahap
sensit, kemudian diikuti reaksi ale yang terlepas dari sel-sel mast (mastosit) dan
atau sel basofil yang berkontak ulang dengan allergen spesifiknya (IS hizaka, Tomiko
dan Ishizaka 1971). Saat ini lebih jelas terutama pada rhinitis alergika diketahui
terdiri dari dua fase (Kaliner 1987, Lichtensin 1988, pertama reaksi alergi fase cepat
(RAFC,immediet phas-allergic reaction), berlangsung sampai satu jam setelah
berkontak alergan kedua, reaksi alergis fase lambat (RAFL, Late phase allergic
reaction) yang berlangsung sampai 24 jam bahkan sampai 48 jam kemudian,
dengan puncak reaksi pada 4 – 8 jam pertama.
1. Tahap Sensitasi
Pada awal reaksi alergis sebenarnya dimulai dengan respon pengenalan
alergan/antigen oleh sel darah putih yang dinamai sel makrofag, monosit (Brown
dkk, 1991) dan atau sel denritik (Mc William, 1996) Sel-sel tersebut berperan
sebagai sel penyaji (antigen presenting cells, sel APC) dan berada dimukosa (dalam
dimukosa hidung), antigen/allergen yang menempel pada permukaan mukosa
ditangkap oleh sel APC, setelah melalui proses internal dalam sel APC, dari malergen
tersebut terbentuk fragmen pendek peptida imunogenik, Frakmen ini bergabung
dengan molekul HLA = kelas II @B heterodimer dalam endoplasmic reticullum sel
APC. Penggabungan yang terjadi akan membentuk komplek peptide-MHC-class II
(mayor histocompatibility comlolex class II) yang kemudian dipresentasikan
dipermukaan sel APC; kepada salah satu limfosit T yaitu Holper-T cell (klon T-CD4 +,
dimana Tho), jika selanjutnya tho ini memiliki molekul reseptor spesifik terhadap
molekul komplek peptide –MHC-II maka akan terjadi penggabungan kedua molekul
tersebut.
Akibat selanjutnya sel APC akan melepas sitokin Salah satunya Interkulin - I
(IL-I),sitokin akan mempengaruhi limfosit jenis T-CD4 + (Tho) yang jika sinyal
kostimulator (pro-inflamotori second Signal) induksinya cukup memadai, maka akan
terjadi aktivasi dan proliferasi sel Tho menjadi Th2 dan Th1; sel ini akan
memproduksi sitokin yang mempunyai spectrum luas sebagai molekul
imunoregulator, antara lain interleukin-3 (IL-3), IL-4, IL-5 dan IL-13. Sitokin IL-4
dan IL-13 akan ditangkap resepiornya pada permukaan limfisit B istirahat (resting B
sel), sehingga terjadi aktivasi limfosit B. Limfosit B ini memproduksi imunoglobulin E
(IgE), sedangkan IL-13 dapat berperan sendiri dalam keadaan IL-4 rendah (Naclerio
dkk, 1985, Geha, 1988), sehingga molekul IgE akan melimpah dan berada di
mukosa atau peredaran darah.
2. Reaksi Alergis
Molekul IgE yang beredar dalam sirkulasi darah akan memasuki jaringan dan
akan ditangkap oleh reseptor IgE yang berada pada permukaan sel metacromatik
 2003 Digitized by USU digital libraray 6
(mastosit atau sel basofil), sel ini menjadi aktif. Apabila dua light chain IgE berkonta
dengan allergen spesifiknya maka akan terjadi degranulasi (pecahnya dinding sel)
mastosit/basofil dan akibainya terlepas mediator-mediator alergis. Reaksi alergis
yang segera terjadi akibat histamin tersebut dinamakan reaksi alergi fase cepat
(RAFC )yang mencapai puncaknya pada 15-20 menit pada paparan alergen dan
berakhir pada sekitar 60 menit kemudian.
Sepanjang RAFC mastosit juga melepaskan molekul-molekul kemotaktik
(penarik sel darah putih ke organ sasaran). Reaksi alergis fase cepat dapat berlanjut
terus sebagai reaksi alergi fase lambat (RAFL) sampai 24 bahkan 48 jam kemudian
(Kaliner 1987. Lichtenstein 1988). Tanda khas RAFL adalah terlihatnya pertambahan
jenis dan jumlah sel-sel inflamasi yang berakumulasi (berkumpul) di jaringan
sasaran.
Sepanjang RAFL (creticos 1998) sel eosiinofil aktif akan melepas berbagai
mediator, antara lain basic protein, leukotriens cytokines, Sedangkan basofil akan
melepas histamin, leukotriens dan cytokines. Disamping itu berbagai sel
mononuclear akan melepas histamin releasing factors (HRFs) Yang akan memacu
mastosit dan basofil dan melepas histamin lebih banyak lagi.
Sepanjang reaksi alergi fase cepat (RAFC) dan reaksi alergi fase lambat
(RAFL) sel-sel inflamasi dilepaskan sebagai prodak protein yang merupakan hasil
kenerja DNA sel-sel inflamasi tersebut yang dapat dibagi dalam tiga jenis, Gran dkk
1991;Bocher dkk; Coffman 1994 schleimer dkk 199.
Durham and Till 1998 Greticos 1998; Nel dkk 1998.
Mediator-mediator mastosit / basofil dan eosinofil, histamin, prostaglandin,
Leukotrien, ECFA,(eosinofi chemotactic factorof anaphylactic) NCFA (Neutrophil
chematactic factor of anaphylactic), dan kinin. Mediator yang berasal dari sel
eosinofil. PAF,LTB4,C5a kemoaktraktan. LTC4 PAF, ECP;. Molekul-molekul sitokin
inductor/stimulator/aktivalator RIA yang terdiri atas, IL-44 dan IL-33 yang
mempengaruhi limfosit B dalam memproduksi IgE. IL-3 dan IL-4 mempengaruhi
basofil memproduksi histamin. LTs dan sitokin-sitokin. IL-3 dan IL-5 mempengaruhi
sel eosinofil dalam memproduksi protein-protein basa LTs dan sitokin. HRFs yang
mempengaruhi mastosit dan basofil melepas histamin lebih banyak lagi. IL-4
mempengaruhi epitel, IL-13 mempengaruhii endotel dalam memproduksi VCAM
(Vascular cell adhesion molecule). Molekul-molekul activator/survival sel eosinofil,
GM=CSF dan IL-3
IL-3 dan IL-5 (inerleukin-3 dan interleukin-5)
Fibronektin
Molekul sitokin kemoaktraktan bagi sel eosinofil.
IL-5
IL-3.GM=CSF,IL-8
Lain-lain
Interaksi EOS aktif dan epitel mukosa hidung membentuk IL-8, RNTES dan
GGM=CSF. Molekul-molekul protein utama produk sel-sel inflamasi, sel endotel dan
mukosa yang berperan langsung menimbulkan alergi adalah antara lain; histamin,
leukotrien, prostak landing, kinin, platelet e activating factor (PAF), sitokin dan
kimokin. Histamin, dapat menggunakan H2 reseptor-mediated-antiinflmnatoriyactivity
meliputi inhibisi penglepasan enzin lisosomal neutrfil, inhibisi
pelepasan histamin dari leukosit perifer, dan aktivasi suppressor T-lymllocytes (
Metcalfe et al, 1981, cit White 1999). Histamin menggunakan efeknya pada berbagai
sel seperti sel oto polos, neuron, sel-sel kelenjar (endokrin dan Eksokrin, sel-sel
darah, dan sel-sel sistem imun (pearce 1991, cit White 1999), Histamin merupakan
vasodilator, konstruktor otot polos, stimulsn pennabilitas vaskuler yang kuat,
 2003 Digitized by USU digital libraray 7
stimulan sekresi kelenjar mukosa saluran nafas dansekresi kelenjar lambung. (White
1999). Leukotrien diproduksi oleh berbagai sel inflanlasi seperti mastosit basofil,
eosinofil, neutrofil dan monosit.
Prostaglandin, berasal dari pecahan arachodonic acid membran sel yang
paling banyak diproduksi oleh mastosit paru-paru PGD2 (White 1999). Seperti kita
ketahui bahwa efek biologis dari prostaglandin adalah, memodulasi kontraksi otot
polos, penurunan permeabbilitas vaskuler, rasa gatal dan nyeri, dan agregasi serta
degranulasi platelet.(trombosit).
Kinin merupakan hormon peptida yang kuat terbentuk de novo dalam cairan
tubuh dan jaringan sepanjang inflamasi. Tiga jenis-jenis kinin yang penting dalam
tubuh adalah bredykinin, kallilidin (Iysbradykinin) dan met-lys bradykinin. Pada
reaksi inflamasi alergi dalam hidung kinin sangat banyak ditemukan. Platelet
activating factor (PAF) merupakan sebuah ether-linked phospholipid. PAF diproduksi
oleh mastosit, macrofag dan eosinofil. Aktifitas biologisnya meliputi pletelet aktivasi
neutrofil,dan kontraksi otot palos, PAF juga merangsang akumulasi eosinofil ke
permukaan endothelium yang merupakan langkah awal pengerahan eosinofil
kedalam jaringan. PAF memacu eosinofil untuk melepas berbagai protein basa yang
menyebabkan peningkatan kerusakan mukosa (terutama oleh MBP) dan
menyebabkan peningkatan ekspresi low-affiniti IgE reseptors pada eosinofil dan
monosit. PAF banyak dibentuk oleh sel eosinofil yang dapat menarik sel eosinofil
lainya memasuki jaringan. Sitikin (cytokine) memainkan peran yang penting
sepanjang reaksi alergi fase lambat, mastosit adalah sumber dari sitokin multifungsi
( Bradding et al 1996) cit White 1999 antara lain:
1. Aktifitas sel-sel inflasi (makrofag, selT, sel B dan eosinofil) diatur oleh IL=1, IL-4,
IL-5, IL-6, TNF- dan GM=CSF.
2. Pertumbuhan dan proliferasi sel B, dan pertumbuhan sel-T-helfer ditingkatkan
oleh IL-1.
3. IL-2 memacu proliferasi limfosit T dan aktivasi Limfosit B
4. IL- menyebabkan diferensiasi limfosit B menjadi IgE sekresing plasmasel dan
bersama TNF-@ meninkatkan pengaturan ekpresi high-dan low affinity IgE
reseptor pada sel-sel APC.
5. IL-5 menyebabkan aktivasi limfosit B, diferensiasi dan pemanjangan umur
eosinofil.
PENUTUP
Leukosit dan turunannya merupakan sel dan struktur dalam tubuh manusia
yang didistribusikan keseluruh tubuh dengan fungsi utamanya melindungi organisme
terhadap invasi dan pengrusakan oleh mikro organisme dan benda asing lainnya.
Sel-sel limfosit ini, mempunyai kemampuan untuk membedakan dirinya sendiri
(makromolekuler organisme sendiri) dari yang bukan diri sendiri (benda asing) dan
mengatur penghancuran dan inaktivasi dari benda asing yang mungkin merupakan
molekul yang terisolasi atau bagian dari mikro organisme Semua leukosit berasal
dari sum-sum tulang. kemudian mengalami kematangan pada organ limfoid lainnya.
 2003 Digitized by USU digital libraray 8

Kegagalan Vaksinasi IB pada Ayam

February 1st, 2010

Oleh : Tarmudji dan Mulyadi
Kasus IB (Infectious Bronchitis) dapat muncul pada suatu peternakan ayam. Meskipun program vaksinasi IB telah dilakukan secara rutin dan teratur. Namun kadang - kadang hasil vaksinasi tidak mampu menangkal serangan virus IB di lapangan, Kenapa?
Penyakit IB disebabkan oleh virus Corona, termasuk dalam famili Coronaviridae. Akibat infeksi virus ini dapat menimbulkan kematian anak ayam yang berumur kurang dari tiga minggu dengan angka kematian (mortalitas) mencapai 30%. Dan pada ayam petelur, penyakit IB dapat menyebabkan penurunan produksi telur hingga 60% dalam kurun waktu 6-7 minggu. Di samping itu, kualitas telur juga menurun, yang ditandai dengan bentuk telur tidak teratur, karabang telur lembek dan bagian albumin telur berubah menjadi sangat encer.
Gejala yang sering dijumpai pada ayam akibat penyakit ini adalah gangguan pernafasan yang parah, seperti sesak nafas, bersin-bersin dan keluar cairan dari hidung. Pada pemeriksaan bedah bangkai, secara makroskopis (patologi anatomi) ditemukan cairan yang agak encer hingga kental di dalam trachea, saluran hidung dan sinus hidung. Sedang pada kantong udara (air sac) berwarna keruh atau mengandung eksudat berwarna kuning dan juga dijumpai adanya peradangan di sekitar bronchi. Sementara itu, pada ginjalnya terlihat membengkak dan berwarna pucat.
Kasus di lapangan sering terjadi. Tingkat prevalensi pada beberapa peternakan ayam di Jawa Barat mencapai 40-60%. Padahal peternakan tersebut dilaporkan telah melakukan program vaksinasi IB secara rutin dan teratur. Tentu ada sesuatu yang salah dalam hal ini.
Diduga adanya variasi virus IB galur lapangan yang menyerang peternakan ayam ini. Virus IB mempunyai banyak serotype dan varian-varian baru yang secara terus menerus dapat terbentuk. Sedang vaksin yang digunakan umumnya mengandung virus yang berbeda dengan virus IB galur lapangan. Oleh sebab itu, vaksinasi seringkali tidak memberikan proteksi terhadap ayam, sehingga tindakan tersebut tidak efektif atau boleh dikatakan gagal.
Hal ini karena vaksin yang digunakan adalah vaksin impor, sebagian besar mengandung virus IB serotipe Massachusetts (Mass) dan sebagian kecil berisi serotipe Connecticut (Conn), yang kurang memiliki proteksi silang melawan virus IB galur lapangan.
Variasi Serotipe Virus IB
Virus IB yang berasal dari beberapa daerah di Pulau Jawa, ternyata serotipenya bervariasi yaitu serotipe Mass. 41, Conn-46 dan serotipe yang tidak termasuk keduanya atau serotipe virus IB isolat lokal. Pengertian isolat (I) di sini adalah suatu kandungan mikroorganisme (virus) yang telah diperoleh dari biakan murni dari kasus lapangan.
Isolat yang diperoleh dari beberapa kabupaten adalah: 1.9 (asal Kab. Semarang) termasuk dalam serotype Mass-41 , 1.2 (asal Kab. Sukabumi), 1.3 dan 1.5 (asal Kab. Semarang) termasuk dalam serotipe Conn-46. Sedang isolat 1.5 (asal Kab. Cianjur), 1.14, 1.24 dan 1.25 (asal Kab. Magelang), secara serologis berbeda dengan kedua serotype tersebut di atas atau termasuk virus IB isolat lokal.
Penelitian yang ditujukan untuk mempelajari variasi serotipe virus IB di lapangan ini, dilakukan oleh peneliti Balai Penelitian Veteriner (BALlTVET), guna menjawab pertanyaan kenapa sering muncul kasus IB, meskipun ayamnya sudah divaksin. Karena sebagian besar penyakit IB disebabkan oleh virus IB galur lokal. Sedang vaksin yang digunakan untuk pencegahan penyakit adalah vaksin impor asal Amerika yang notabene mengandung virus serotype Mass-41 atau Conn-46 dan bukan berasal dari virus isolat lokal, sehingga tidak ada perlindungan terhadap penyakit tersebut.
Untuk isolasi dan identifikasi virus, sample berupa organ tubuh ayam yana tersangka sakit lB. dikoleksi dari beberapa daerah di Pulau Jawa, Organ (trachea, paru-paru, ginjal dan ovarium), dikoleksi secara aseptis dan disimpan ke dalam media transport yaitu, 50% glycerine yang mengandung 1.000 IU penicillin dan 1.000 ug streptomisin, selanjutnya dibawa ke laboratorium BALlTVET untuk proses lebih lanjut.
Isolasi virus IB dilakukan pada telur ayam berembrio umur sembilan hari dan diidentifikasikan dengan serum standard anti virus IB dalam uji presipitasi agar (Agar Gel Precipitation test / AGP). Variasi serotype dari isolat-isolat tersebut dipelajari secara uji Serum Netralisasi (SN) silang pada telur berembrio umur sembilan hari. Data dari hasil pemeriksaan liter reaksi netralisasi terhadap serum homolog ini digunakan sebagai dasar penentuan serotype.
Dalam studi ini diperoleh 12 isolat virus IB yang diidentifikasi berdasarkan kemampuannya menimbulkan lesi pada embrio ayam dan positip terhadap uji AGP. lesi embrio yang diakibatkan oleh isolat IB dari inokulum (organ sampel lapangan) berupa kekerdilan, perdarahan dan pertumbuhan dan pertumbuhan bulu yang gagal.
Dari hasil pengamatan inokulum yang menyebabkan lesi embrio seperti itu, terjadi pada pase pertama dan kedua. Hal ini disebabkan oleh virus dari vaksin, karena virus tersebut sudah beradaptasi pada telur embrio. Dan 12 isolat yang positip virus IB lapang itu, berasal dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Semarang, Magelang, Blitar den Kediri yang secara uji Hemaglution (HA) diketahui kandungan titer virus IB nya, yaitu log 24 hingga log27.
Selanjutnya delapan dari 12 isolat virus IB dibuat antiserumnya di dalam ayam specific pathogen free (SPF) umur 6 minggu. Titer yang dihasilkan cukup tinggi, yaitu: log 26 -log 27 Kemudian dari delapan isolat dan anti serumnya tersebut diuji serotipenya secara Serum Netralisasi (SN) silang pada telur ayam berembrio umur sembilan hari (Non SPF) dan masih cukup sensitif.
Delapan isolat virus IB lapang yang memperlihatkan adanya reaksi yang kuat dengan virus IB referensi (Mass-41 den Conn-46) adalah isolat 1.7,1.3,1,2 mempunyai reaksi cukup kuat dengan Conn-46 (titer SN 4,5-5,6) den isolat 1.9 hanya dengan Mass-41
(titer SN 5,4). Sementara itu, isolat 1.25,1.24,1.14 dan 1.5 memperlihatkan reaksi yang lemah dengan virus referensi Mass 41 maupun Conn-46, dengan titer SN 2,0 - 2,8, sehingga virus-virus tersebut dinyatakan sebagai virus IB serotype yang berbeda dengan virus IB referensi atau disebut virus IB isolat lokal.
Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa, terdapat variasi serotipe virus IB penyebab penyakit IB di lapangan dan kebanyakan adalah serotipe virus IB isolat lokal. Oleh sebab itu, untuk mengatasi kegagalan vaksinasi, diperlukan vaksin IB dengan menggunakan biang vaksin dari virus IB serotipe lokal, yang sesuai dengan kondisi lapangan.
T a r m u d j i d a n M u l y a d i
Penulis dari Balivet Bogor
Dimuat pada Tabloid Sinar Tani, 9 Agustus 2006